PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) mencatat pertumbuhan pada lini teknologi finansial (fintech) sepanjang 2025, terutama ditopang ekspansi bisnis pinjaman konsumen, termasuk layanan Buy Now Pay Later (BNPL) GoPayLater.
Dalam laporan resmi yang dirilis Rabu, 11 Maret 2026, manajemen menyampaikan nilai buku pinjaman konsumen (outstanding loan) mencapai Rp8,8 triliun hingga Desember 2025. Capaian tersebut melampaui target ekspansi pinjaman perseroan yang sebelumnya dipatok lebih dari Rp8 triliun pada akhir tahun.
Secara tahunan, outstanding pinjaman konsumen meningkat 68% (year-on-year/yoy). Seiring kenaikan penyaluran kredit, pendapatan dari bisnis pinjaman turut naik 95% yoy menjadi Rp3,8 triliun.
Meski ekspansi pembiayaan meningkat, manajemen menyatakan kualitas kredit tetap terjaga. Hal itu didukung disiplin manajemen risiko serta proses underwriting berbasis kecerdasan buatan yang memanfaatkan data dari ekosistem digital perusahaan. Teknologi tersebut disebut membantu penilaian kelayakan kredit menjadi lebih presisi sehingga mendukung kualitas aset di tengah pertumbuhan bisnis pinjaman.
Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, menyampaikan ekspansi bisnis pinjaman diperkirakan berlanjut pada 2026 dan berkontribusi terhadap kinerja perseroan. “Pertumbuhan laba diperkirakan akan terus berlanjut di seluruh lini bisnis Financial Technology dan On-Demand Services sepanjang 2026. Untuk unit usaha On-Demand Services, kami memperkirakan pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat pada paruh kedua tahun ini seiring peningkatan kemampuan kami dalam melayani segmen mass market dengan lebih baik,” kata Hans dalam keterangan tertulis pada Kamis, 12 Maret 2026.
Adapun lini fintech GoTo ditopang dua segmen utama, yakni bisnis pinjaman konsumen (lending) dan bisnis pembayaran konsumen (payment). Sepanjang 2025, pendapatan bersih fintech tercatat Rp5,8 triliun atau tumbuh 62% yoy.
Dari sisi profitabilitas, segmen fintech membukukan EBITDA yang disesuaikan positif sebesar Rp497 miliar pada 2025. Kinerja ini berbalik dibandingkan 2024, ketika segmen fintech GoTo masih mencatat rugi sebesar Rp467 miliar.

