BERITA TERKINI
Airlangga: AI Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru, Pemerintah Perkuat Ekosistem Digital

Airlangga: AI Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru, Pemerintah Perkuat Ekosistem Digital

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai perkembangan kecerdasan imitasi atau Artificial Intelligence (AI) kini tidak lagi sekadar tren teknologi, melainkan telah menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru yang dapat mendorong daya saing bangsa. Karena itu, pemerintah bersama perguruan tinggi, pelaku usaha, dan komunitas profesional terus memperkuat kolaborasi untuk membangun ekosistem digital nasional.

Dalam keterangannya pada Kamis, 25 September 2025, Airlangga menyebut AI sebagai keniscayaan dan akan menjadi pengubah permainan (game changer). Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa AI dapat membantu membawa Indonesia dari posisi negara ke-16 terbesar di G20 menjadi empat besar pada 2045.

Airlangga memaparkan sejumlah langkah strategis pemerintah, termasuk paket kebijakan ekonomi terbaru (8+4+5) yang mencakup pengembangan digitalisasi serta program pemagangan bagi lulusan perguruan tinggi. Program ini dirancang agar lulusan dapat lebih cepat masuk ke dunia kerja melalui skema magang selama enam bulan, dengan dukungan honor dari pemerintah.

Pada tahap awal, program pemagangan tersebut menargetkan 20 ribu peserta. Pelaksanaannya direncanakan berjalan dalam tiga bulan pertama dan dapat diperpanjang tiga bulan berikutnya.

Selain itu, pemerintah mempercepat pembangunan AI Data Center di Kawasan Ekonomi Khusus Nongsa, mendorong pengembangan paket gig economy di 15 kota, serta memperluas akses digital melalui Low Earth Orbit (LEO) Satellite. Melalui LEO Satellite, sekitar 100 ribu masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau jaringan fiber optic disebut dapat mengakses internet berkecepatan tinggi.

Dari sisi kerja sama global, Indonesia memimpin penyusunan ASEAN Digital Economic Framework Agreement (DEFA). Indonesia juga baru menandatangani Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang untuk pertama kalinya mencakup digital cluster. Menurut Airlangga, kerja sama ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pemain penting dalam ekonomi digital di tingkat regional maupun global.

Indonesia juga disebut menjadi salah satu negara pertama di ASEAN yang dinilai menggunakan UNESCO Readiness Assessment Methodology untuk mengukur kesiapan digital. Hasil penilaian tersebut menunjukkan Indonesia berada selangkah lebih maju dibandingkan banyak negara lain di kawasan, sekaligus mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menyiapkan infrastruktur dan ekosistem digital untuk menghadapi era kecerdasan buatan.

Airlangga turut menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) digital. Melalui berbagai program, termasuk kerja sama dengan negara mitra, Indonesia menargetkan pencetakan 10,7 juta talenta digital hingga 2030. Kehadiran pusat-pusat pengembangan teknologi serta perluasan akses pendidikan vokasi di bidang digital diharapkan dapat memperkuat kesiapan generasi muda menghadapi era AI.