BERITA TERKINI
Airlangga: Belanja Modal Pemerintah Tumbuh 44,2% untuk Menahan Dampak Gejolak Global

Airlangga: Belanja Modal Pemerintah Tumbuh 44,2% untuk Menahan Dampak Gejolak Global

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan belanja pemerintah yang agresif menjadi penyeimbang utama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, belanja pada program prioritas dan stimulus ekonomi berperan menjaga stabilitas permintaan domestik saat tekanan eksternal meningkat.

"Belanja pemerintah pada program prioritas dan stimulus ekonomi berperan menjaga permintaan domestik serta menjadi shock absorber terhadap risiko perlambatan ekonomi," kata Airlangga dalam acara Indonesia Economic Outlook di Gedung Danantara, Jakarta, Jumat (13/2).

Airlangga menyoroti peningkatan belanja modal pemerintah yang disebutnya melonjak tajam dibandingkan komponen pengeluaran lain. Ia menyebut investasi tumbuh 5,09%, sementara belanja modal pemerintah meningkat 44,2%.

Menurut Airlangga, belanja negara yang kuat turut menopang konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,98%. Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan stimulus yang tepat sasaran, stabilitas harga, serta peningkatan mobilitas masyarakat pada periode hari besar keagamaan.

"Ini mencerminkan stimulus ekonomi yang tepat sasaran, stabilitas harga, serta peningkatan mobilitas akibat dari pada hari besar Nataru dan aktivitas ekonomi masyarakat," ujarnya.

Airlangga menilai langkah fiskal tersebut penting mengingat situasi global yang masih menantang. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi dunia diproyeksikan stagnan di sekitar 3% berdasarkan berbagai lembaga internasional.

Ia juga menyinggung kinerja ekonomi pada akhir tahun lalu. Menurutnya, pada kuartal IV pertumbuhan ekonomi tetap positif di tengah tekanan global, yakni 4,55%.

Ke depan, Airlangga mengatakan pemerintah berharap tren belanja tetap berlanjut sejak awal tahun. Ia mendorong Kementerian Keuangan agar pencairan anggaran dapat dilakukan lebih dini untuk memacu perputaran uang pada kuartal I.

"Jadi ini yang kita harapkan di kuartal pertama juga bisa dilontorkan oleh Kementerian Keuangan," tegasnya.

Pemerintah, kata Airlangga, akan mempertahankan strategi kebijakan fiskal yang bersifat counter-cyclical untuk mendukung target pembangunan. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2026 berada di kisaran 5,4% hingga 5,6% dengan dukungan belanja yang berkualitas.