Pemerintah menegaskan fundamental perekonomian Indonesia masih kuat di tengah meningkatnya tekanan global, mulai dari gangguan rantai pasok hingga dinamika perekonomian dunia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kondisi ekonomi nasional tetap berada pada jalur stabil, ditopang stabilitas fiskal yang terjaga serta pasokan energi yang dinilai aman. Ia juga menyebut pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan ketahanan ekonomi nasional tetap terjaga di tengah perkembangan situasi global.
“Kondisi perekonomian nasional tetap stabil dengan fundamental yang kokoh, stok BBM nasional dalam kondisi aman, dan stabilitas fiskal tetap terjaga,” ujar Airlangga dalam konferensi pers hybrid, Rabu (1/4/2026).
Menurut Airlangga, tekanan global saat ini tidak semata dipandang sebagai ancaman. Pemerintah, kata dia, melihatnya sebagai peluang untuk mendorong percepatan transformasi ekonomi nasional.
Ia menambahkan, situasi global yang menantang dapat menjadi momentum untuk membangun pola kerja dan sistem ekonomi yang lebih efisien, modern, dan adaptif. “Situasi ini bukanlah hambatan, melainkan momentum bagi kita untuk melakukan percepatan perubahan perilaku yang modern dan efisien,” katanya.
Airlangga menilai Indonesia sejauh ini mampu menunjukkan daya tahan sebagai negara yang adaptif dan tangguh. Dengan dasar tersebut, pemerintah optimistis stabilitas perekonomian nasional tetap dapat dijaga meski tekanan eksternal belum mereda.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah terus menjaga kesehatan fiskal agar tetap memiliki ruang untuk merespons guncangan ekonomi global. Ia mengatakan hingga akhir tahun kondisi anggaran negara dipastikan tetap berada dalam jalur yang terkendali.
“Kami selalu menjaga anggaran berkesinambungan dan dengan itu pun kami masih mempunyai ruangan untuk memberi bantalan terhadap gejolak perekonomian dunia. Hitungan kita sekarang sampai rata-rata akhir tahun pun anggaran kita tetap berkesinambungan dan defisitnya tetap terkendali,” ujar Purbaya.
Ia menekankan pengelolaan APBN dilakukan secara hati-hati dan terukur guna menjaga stabilitas fiskal. Pemerintah, kata dia, telah menghitung kebutuhan anggaran hingga akhir tahun sehingga masyarakat diminta tidak khawatir terhadap potensi pelebaran defisit yang tidak terkendali.
“Jadi teman-teman media dan masyarakat tidak perlu khawatir defisitnya tidak terkendali dan anggarannya morat-marit. Kita kendalikan dengan baik semuanya dan kita sudah menghitung sampai dengan akhir tahun,” kata Purbaya.