Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional berada dalam kondisi aman di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Pernyataan itu disampaikan sebagai tindak lanjut arahan Presiden terkait investasi serta langkah antisipasi terhadap gejolak global. Airlangga menegaskan perekonomian Indonesia saat ini tetap stabil dengan fundamental yang kuat.
Menurutnya, berbagai tekanan global yang menguji rantai pasok dunia justru dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk mempercepat transformasi ekonomi dan kebijakan nasional.
“Indonesia menunjukkan diri sebagai negara yang adaptif, resilien, dan tangguh. Situasi ini bukan hambatan, melainkan momentum untuk akselerasi perubahan menuju sistem yang lebih modern dan efisien,” ujar Airlangga dalam Konferensi Pers Daring Lintas Kementerian terkait kebijakan pemerintah dalam menyikapi kondisi geopolitik global, Selasa (31/3).
Airlangga juga menyampaikan stabilitas fiskal Indonesia disebut tetap terjaga. Dengan kondisi tersebut, pemerintah dinilai memiliki ruang untuk mengambil kebijakan yang mendukung produktivitas masyarakat serta keberlanjutan ekonomi.
Ia menambahkan, pemerintah tengah menyiapkan serangkaian kebijakan, termasuk transformasi budaya kerja nasional yang mencakup delapan butir utama, serta kebijakan di sektor energi untuk memperkuat ketahanan nasional.
“Bapak Presiden, khususnya dalam mitigasi dan antisipasi perkembangan dan dinamika global, dan memanfaatkan momentum ini untuk melakukan transformasi dan kebijakan ini disebut dengan 8 butir transformasi budaya kerja nasional, dan nanti ditambah dengan kebijakan energi,” kata Airlangga.
Seiring upaya tersebut, pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu-isu yang dapat memicu kekhawatiran, terutama terkait pasokan energi.
“Untuk itu, kebijakan ini diambil agar masyarakat tetap tenang dan tetap produktif,” imbuhnya.