BERITA TERKINI
Airlangga: Pertumbuhan Global Stagnan 3 Persen, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen

Airlangga: Pertumbuhan Global Stagnan 3 Persen, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pertumbuhan ekonomi global stagnan di level tiga persen di tengah berbagai tantangan. Proyeksi tersebut, menurut Airlangga, sejalan dengan laporan Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dan OECD untuk periode 2025 dan 2026, dengan rentang pertumbuhan global 2,9–3,1 persen.

Selain pertumbuhan, Airlangga juga menyoroti kondisi perdagangan global yang diperkirakan stagnan dan bahkan turun di angka 2,4 persen. Di sisi lain, ia menyampaikan Indonesia mencatat kinerja relatif kuat di antara negara-negara G20 pada kuartal keempat, berada di posisi kedua setelah India yang tumbuh 7,4 persen.

Airlangga menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara tahunan (year-on-year) berada di 5,11 persen. Kinerja tersebut didukung konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,98 persen.

Ia menilai capaian itu mencerminkan stimulus ekonomi yang tepat sasaran, stabilitas harga, serta peningkatan mobilitas masyarakat pada periode Hari Besar Natal dan Tahun Baru (Nataru). Airlangga juga menekankan adanya momentum hari besar keagamaan yang berurutan, karena pada kuartal pertama terdapat Idulfitri yang diharapkan turut mendorong pertumbuhan.

Karena itu, pemerintah disebut akan terus mendorong pertumbuhan pada kuartal pertama tahun ini. Airlangga juga menyampaikan konsumsi organisasi lembaga kemasyarakatan tumbuh 5,13 persen, yang dikaitkan dengan meningkatnya kegiatan sosial dan kebijakan kebencanaan yang responsif.

Dari sisi investasi, Airlangga menyebut pertumbuhan mencapai 5,09 persen. Sementara belanja modal pemerintah disebut tumbuh 44,2 persen. Ia berharap dorongan belanja pada kuartal pertama dapat terus dilanjutkan.

Dalam kesempatan yang sama, Airlangga mengatakan pemerintah akan memberikan penjelasan lengkap mengenai proyeksi ekonomi Indonesia untuk menanggapi outlook negatif yang disampaikan lembaga pemeringkat Moody’s. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran pemerintah menyiapkan penjelasan yang lebih komprehensif kepada publik dan pelaku ekonomi melalui forum Indonesia Economic Outlook.

Menurut Airlangga, dalam forum tersebut pemerintah akan memaparkan posisi perekonomian nasional, strategi menjaga stabilitas fiskal, serta berbagai program unggulan yang sedang dijalankan. Ia juga menyatakan pembahasan mengenai laporan Moody’s telah dilakukan dalam rapat internal pemerintah dan forum tersebut diharapkan menjadi sarana memperkuat kepercayaan pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Airlangga menegaskan peringkat kredit Indonesia secara keseluruhan masih berada pada level investment grade dari seluruh lembaga pemeringkat global. Ia menyebut Fitch Ratings dan Standard & Poor’s (S&P) masih mempertahankan penilaian Indonesia pada level layak investasi. Meski demikian, pemerintah tetap mencermati outlook negatif dari Moody’s sebagai bahan evaluasi dan penguatan kebijakan ekonomi, termasuk aspek penerimaan negara dan arah kebijakan strategis, seperti rencana pengelolaan investasi melalui Danantara Indonesia.