BERITA TERKINI
Airlangga: Target Pertumbuhan Ekonomi 2026 di Kisaran 5,4–5,6 Persen

Airlangga: Target Pertumbuhan Ekonomi 2026 di Kisaran 5,4–5,6 Persen

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2026 sebesar 5,4 persen, dengan potensi mencapai 5,6 persen. Target tersebut didorong oleh sektor prioritas, yakni pertanian, industri manufaktur, digital, dan energi.

Pernyataan itu disampaikan Airlangga dalam acara Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto di Auditorium Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Airlangga mengatakan sejumlah program prioritas Presiden Prabowo, seperti makan bergizi gratis, koperasi desa Merah Putih, dan program tiga juta rumah, dinilai menjadi kunci untuk mengejar target pertumbuhan. Ia berharap program-program strategis tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan yang menyerap tenaga kerja secara luas, mempercepat produktivitas, serta menjadi penggerak pembiayaan non-APBN, termasuk melalui Danantara.

Selain itu, ia menilai sektor keuangan memiliki peran strategis sebagai pendukung. Menurut Airlangga, pasar modal dinilai kembali positif dan stabil untuk mendorong pemulihan dalam pekan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Airlangga juga memaparkan agenda reformasi pasar modal, antara lain peningkatan porsi saham yang beredar di publik (free float) dari 7,5 persen menjadi 15 persen agar pasar lebih likuid. Ia menambahkan, transparansi akan ditekankan kepada pemegang saham, terutama yang kepemilikannya di bawah lima persen, guna memperjelas keterbukaan kepemilikan.

Airlangga turut menyinggung penguatan diplomasi ekonomi global. Ia menyebut Indonesia telah membuka akses ke hampir seluruh pasar dunia, termasuk melalui EU-CEPA yang disebut akan membuat tarif barang Indonesia menjadi nol persen pada 2027 dan membuka akses pasar terhadap 14,7 persen PDB global. Ia juga menyebut inisiatif kerja sama lain, seperti Indonesia-Kanada CEPA, Indonesia-Eurasia, serta kemitraan pertumbuhan ekonomi dengan Inggris yang disebut sebagai awal perjanjian perdagangan bebas. Airlangga menambahkan, penandatanganan dengan Amerika Serikat disebut akan dilakukan dalam waktu dekat.

Menurut Airlangga, langkah-langkah tersebut menjadi modal untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Ia mengatakan target pertumbuhan delapan persen memerlukan reformasi struktural yang berkelanjutan. Ia juga mengibaratkan upaya tersebut seperti pesawat yang akan lepas landas dalam dua tahun ke depan.

Airlangga menilai mesin produksi pertumbuhan—belanja pemerintah, investasi pelaku usaha, dan Danantara—perlu bergerak secara harmonis. Ia juga menekankan pentingnya proyeksi kebijakan, pendalaman sistem keuangan, perbankan, dan pasar finansial, serta penguatan sisi permintaan melalui belanja masyarakat dan ekspor.

Dengan landasan investasi, penyederhanaan birokrasi, dan penegakan hukum yang disebut terus dicanangkan, Airlangga menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia dapat memperkuat fondasi pertumbuhan dan bersiap “lepas landas”.