Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan pertemuannya dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berlangsung bermakna dan membuka ruang konstruktif untuk merespons konflik yang terus memanas di kawasan Asia Barat.
Dalam pernyataannya, Anwar menyebut kedua pemimpin sepakat mencari titik temu dalam menghadapi situasi global yang semakin tidak menentu, terutama terkait dampaknya terhadap keamanan energi dan stabilitas ekonomi dunia.
“Pertemuan hari ini mencari titik persamaan mendepani konflik Asia Barat yang kini menekan keselamatan tenaga serta kestabilan ekonomi dunia,” ujar Anwar, dikutip dari media sosialnya.
Anwar menegaskan Malaysia dan Indonesia memandang pentingnya menjaga keamanan, menjamin stabilitas, serta meningkatkan ketahanan ekonomi demi kesejahteraan masyarakat di kedua negara.
Dalam konteks tersebut, kedua negara juga sepakat meningkatkan upaya diplomasi guna meredakan konflik yang tengah berlangsung.
Menutup pernyataannya, Anwar menegaskan posisi Malaysia yang tetap konsisten menolak segala bentuk kekerasan, menjunjung tinggi hukum internasional, serta menyerukan seluruh pihak untuk kembali ke jalur perdamaian.