Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Papua mengimbau warga Papua agar tidak panik dalam mengambil keputusan investasi menyusul pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Wilayah Papua PT Bursa Efek Indonesia, Kresna Aditya Payokwa, mengatakan penurunan IHSG tersebut dinilai sebagai bagian dari dinamika pasar global. Menurutnya, kondisi itu turut dipengaruhi ketidakpastian geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
“Pelemahan IHSG yang terjadi saat ini merupakan respons pasar terhadap sentimen eksternal,” kata Kresna di Jayapura, Selasa.
Ia menjelaskan, IHSG saat ini mengalami penyesuaian seiring meningkatnya ketidakpastian global. Namun, Kresna menilai situasi tersebut merupakan siklus pasar yang wajar dan tidak mencerminkan melemahnya fundamental ekonomi Indonesia.
“Dari sisi domestik, Indonesia masih ditopang oleh konsumsi masyarakat yang kuat, inflasi yang relatif terkendali, serta stabilitas sektor keuangan yang terjaga,” ujarnya.
Kresna menambahkan, fundamental ekonomi yang dinilai masih solid menjadi dasar bahwa pasar modal memiliki daya tahan yang baik, termasuk bagi investor di Papua. Karena itu, ia mengimbau masyarakat dan investor untuk tidak melakukan aksi jual panik.
“Kami mengimbau masyarakat dan investor di Papua untuk tetap tenang dan tidak melakukan ‘panic selling’, justru dalam kondisi seperti ini, terdapat banyak peluang saham dengan harga yang sudah lebih terjangkau atau ‘terdiskon’,” katanya.
Menurutnya, koreksi pasar juga dapat menjadi momentum, terutama bagi investor pemula dan generasi muda di Papua, untuk memulai investasi secara bertahap dengan strategi yang tepat.
“Bagi masyarakat Papua yang ingin mulai berinvestasi, ini bisa menjadi momen yang tepat untuk masuk secara perlahan, dengan strategi yang tepat, kondisi pasar seperti ini justru bisa memberikan potensi keuntungan dalam jangka panjang,” ujarnya.