BERITA TERKINI
AS dan China Sepakat Gelar Perundingan Dagang di Korea Selatan

AS dan China Sepakat Gelar Perundingan Dagang di Korea Selatan

Amerika Serikat dan China menyepakati rencana perundingan perdagangan di Korea Selatan di tengah memanasnya perang dagang yang turut mengguncang perekonomian global. Pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping disebut berpotensi menjadi momentum penting untuk meredakan konflik dagang yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Kesepakatan ini diumumkan hanya beberapa hari setelah hubungan kedua negara kembali menegang, menyusul kebijakan ekspor baru dari Beijing serta ancaman penerapan tarif besar-besaran dari Washington. Dalam keterangan resmi yang dikutip dari Al Jazeera, kedua negara—yang merupakan dua kekuatan ekonomi terbesar dunia—menyatakan komitmen untuk mencari jalan keluar damai dari perselisihan tersebut.

Hingga kini belum ada rincian waktu pelaksanaan pembicaraan. Namun, pertemuan itu disebut kemungkinan berlangsung pada akhir bulan ini, bertepatan dengan penyelenggaraan KTT APEC di Korea Selatan. Sebelumnya, Trump sempat mengancam membatalkan pertemuan, tetapi belakangan memberikan sinyal bahwa agenda tersebut tetap berjalan sesuai rencana.

Para analis menilai, pertemuan kedua pemimpin dapat memengaruhi arah hubungan dagang global, terutama terkait penataan ulang rantai pasok serta kebijakan ekspor-impor di antara negara-negara besar.

Menurut sumber diplomatik dari Washington, pembahasan akan berfokus pada tiga area utama. Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah tarif tinggi yang diberlakukan kedua negara selama perang dagang. Tarif tersebut sebelumnya mencapai angka tiga digit dan dikaitkan dengan penurunan ekspor serta kenaikan harga barang di kedua negara.

Trump disebut ingin menegosiasikan penghapusan sebagian besar tarif ekspor-impor, khususnya yang berdampak langsung pada sektor pertanian dan manufaktur Amerika. Sementara itu, Beijing menuntut Washington mencabut sanksi dan pembatasan dagang yang dinilai menghambat akses produk China ke pasar global.

Topik lain yang diperkirakan dibahas adalah perdagangan di sektor teknologi tinggi, yang selama ini menjadi titik panas hubungan AS–China. Amerika Serikat menuduh Beijing melakukan pencurian kekayaan intelektual dan memberikan subsidi besar kepada perusahaan teknologi domestik. Di sisi lain, China menilai pembatasan AS terhadap akses chip dan komponen elektronik sebagai bentuk tekanan politik.