BERITA TERKINI
BEI Sulut Dorong Perusahaan Daerah Masuk Pasar Modal untuk Perkuat Ekonomi

BEI Sulut Dorong Perusahaan Daerah Masuk Pasar Modal untuk Perkuat Ekonomi

Manado—Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sulawesi Utara mendorong lebih banyak pelaku usaha di daerah tersebut untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan pengembangan bisnis. Langkah ini dinilai dapat memberi dampak berantai terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Perwakilan BEI Sulawesi Utara, Mario Iroth, mengatakan keberhasilan satu perusahaan melantai di bursa dapat memunculkan efek pengganda (multiplier effect) yang luas. Menurutnya, dana segar yang diperoleh perusahaan dari pasar modal dapat mendorong ekspansi usaha, menggerakkan sektor-sektor terkait, serta meningkatkan serapan tenaga kerja.

“Multiplier effect dari satu perusahaan yang berhasil masuk ke pasar modal sangat besar. Sebab mereka akan mendapatkan dana segar untuk mengembangkan usahanya dan pastinya akan berimbas pada usaha-usaha lainnya yang berkaitan. Begitu juga dengan serapan tenaga kerja akan meningkat, dan itu akan menggerakkan ekonomi,” kata Mario dalam kegiatan Refreshment Wartawan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Kamis (26/02/26).

Mario menyebut, saat ini sudah ada beberapa perusahaan asal Sulawesi Utara yang tercatat di BEI. Di antaranya PT Archi Indonesia yang melantai pada 28 Juni 2021 dan menghimpun dana saat penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp905 miliar hingga Rp931 miliar.

Selain itu, PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk yang tercatat pada 28 Desember 2022 mengumpulkan dana Rp182 miliar saat IPO. Sementara PT Minahasa Membangun Hebat Tbk, yang disebut sebagai perusahaan pengembang pertama yang masuk BEI pada Agustus 2023, memperoleh dana sekitar Rp26 miliar pada saat IPO.

Ia juga menjelaskan, perusahaan yang masuk pasar modal akan memperoleh dana sesuai ketentuan karena terdapat penjamin emisi yang akan membeli saham apabila tidak terserap pasar. “Perusahaan yang sudah berhasil masuk ke pasar modal, dipastikan akan mendapatkan dana sesuai yang ditetapkan. Sebab ada perusahaan yang penjamin, yang akan membeli semua sahammnya jika tidak terserap pasar,” ujarnya.

Menurut Mario, semakin banyak perusahaan di Sulawesi Utara yang masuk pasar modal, semakin besar peluang dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan permodalan dan perluasan aktivitas usaha.