BERITA TERKINI
PAD Malinau 2025 Tembus Rp149 Miliar, Bupati Dorong Pelaku Usaha Bersiap Sambut Agenda Besar

PAD Malinau 2025 Tembus Rp149 Miliar, Bupati Dorong Pelaku Usaha Bersiap Sambut Agenda Besar

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Malinau sepanjang 2025 mencapai Rp149 miliar. PAD tersebut disebut bersumber dari berbagai sektor, termasuk pajak serta kontribusi usaha perhotelan dan restoran.

Bupati Malinau Wempi W Mawa menyampaikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang dinilainya turut memberi warna dalam pembangunan daerah. Menurutnya, kehadiran restoran dan kafe tidak hanya memperindah wajah kota, tetapi juga membuka lapangan kerja dan berkontribusi terhadap PAD.

“Bapak Ibu sudah ikut membangun Malinau. Restoran, kafe, dan usaha yang dijalankan memberi kenyamanan bagi masyarakat dan tamu yang datang. Ini bagian dari pembangunan nyata. PAD Kabupaten Malinau 2025 bersumber dari berbagai sektor, termasuk pajak dan kontribusi usaha perhotelan serta restoran,” kata Wempi, Kamis (26/2/2026).

Ia juga menginformasikan bahwa Kabupaten Malinau akan menjadi tuan rumah sejumlah agenda besar tingkat Provinsi Kalimantan Utara. Karena itu, ia meminta para pelaku usaha mulai mempersiapkan diri dari sisi pelayanan, kualitas produk, hingga kebersihan lingkungan usaha.

Wempi turut menyampaikan bahwa agenda dua tahunan Irau yang telah masuk kalender nasional melalui Kementerian Pariwisata kembali digelar tahun ini. Ia berharap momentum tersebut dapat mendongkrak kunjungan dan perputaran ekonomi di Malinau.

“Kalau ada kegiatan besar, tamu pasti datang. Mereka butuh makan, minum, tempat berkumpul. Di situlah peluang usaha terbuka,” ujarnya.

Selain kesiapan layanan, bupati menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan sebagai syarat utama berkembangnya dunia usaha. Ia meminta seluruh elemen, termasuk organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan, ikut menjaga lingkungan tetap bersih.

Menurutnya, kebersihan akan memberi kesan positif bagi pengunjung, sementara lingkungan yang kotor dan tidak tertata dapat mengurangi minat orang untuk datang. “Kalau tempat bersih, orang nyaman. Kalau nyaman, mereka datang lagi. Perputaran ekonomi terjadi,” tuturnya.