BERITA TERKINI
BI Kalteng Latih 50 Trainer Pencatatan Keuangan Pesantren untuk Perkuat Literasi Keuangan Syariah

BI Kalteng Latih 50 Trainer Pencatatan Keuangan Pesantren untuk Perkuat Literasi Keuangan Syariah

Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Training of Trainers (ToT) Pencatatan Keuangan Pesantren guna memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di daerah. Melalui pelatihan ini, BI Kalteng menyiapkan trainer yang akan mendampingi unit usaha pondok pesantren agar pengelolaannya lebih profesional, transparan, dan mengacu pada standar akuntansi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, menyampaikan bahwa peserta ToT dipersiapkan menjadi trainer dan pendamping yang akan mereplikasi pelatihan di pesantren binaan maupun mitra BI di seluruh Kalimantan Tengah.

“Dengan pengelolaan yang baik, pesantren diharapkan mampu memperkuat perannya dalam mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Tengah,” ujar Yuliansah dalam keterangan resmi.

Pelatihan yang berlangsung di Aula Kantor BI Kalteng tersebut juga menekankan aspek praktik. Peserta dibekali penggunaan aplikasi pencatatan keuangan yang sederhana, terstandar, dan dapat diterapkan oleh pengelola unit usaha pesantren.

“Aplikasi ini dirancang sebagai alat bantu pencatatan keuangan yang simpel namun sesuai standar, sehingga bisa langsung diimplementasikan di unit usaha pesantren,” kata Yuliansah. Ia menambahkan, pendekatan aplikatif ini diharapkan mendorong sistem pencatatan keuangan yang lebih profesional dan berkelanjutan di masing-masing daerah.

Selain materi pencatatan keuangan, peserta juga memperoleh wawasan mengenai sistem pembayaran digital. BI Kalteng turut menyosialisasikan QRIS serta PeKA (Perlindungan Konsumen) sebagai bagian dari penguatan ekosistem keuangan syariah, termasuk edukasi agar bertransaksi secara aman dan cerdas.

ToT ini diikuti 50 peserta dan berlangsung pada 24–27 Februari 2026. Peserta terdiri atas 28 perwakilan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah dan 22 dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Palangka Raya.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Tengah, Universitas Islam Negeri Palangka Raya melalui FEBI, serta MES Provinsi Kalimantan Tengah.

Pembukaan ToT turut dihadiri Ketua MES Provinsi Kalimantan Tengah Norhani, perwakilan UIN Palangka Raya Rahmawati, perwakilan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah Ely Saputra, Dekan FEBI UIN Palangka Raya Dr. Tri Hidayati, Sekretaris Umum MES Kalimantan Tengah H. Heru Hidayat, serta sejumlah tokoh daerah lainnya.

Pada hari pertama, perwakilan Ikatan Akuntan Indonesia menyampaikan materi penyusunan laporan keuangan pesantren sesuai standar akuntansi yang berlaku, dengan penekanan pada pentingnya pencatatan yang sistematis, transparan, dan akuntabel. Pelatihan kemudian berlanjut pada hari kedua dan ketiga bersama perwakilan Gamatechno Indonesia melalui praktik penggunaan aplikasi SANTRI (Sistem Akuntansi dan Keuangan Pesantren). BI Kalteng berharap skema ini dapat membantu tata kelola keuangan unit usaha pondok pesantren semakin tertata dan selaras dengan prinsip syariah.