BERITA TERKINI
BI Luncurkan AKSI KLIK dan Tiga Panduan Literasi Keuangan Digital untuk Perkuat Inklusi serta Pembiayaan UMKM

BI Luncurkan AKSI KLIK dan Tiga Panduan Literasi Keuangan Digital untuk Perkuat Inklusi serta Pembiayaan UMKM

Bank Indonesia (BI) meluncurkan program Aksi Kuatkan Literasi dan Inklusi Keuangan untuk Kesejahteraan (AKSI KLIK) sebagai upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan sekaligus memperluas akses pembiayaan, terutama bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Pada kesempatan yang sama, BI juga memperkenalkan tiga buku panduan literasi keuangan digital serta meresmikan gerakan Akses Keuangan melalui Business Matching dan Literasi untuk Kesejahteraan Keuangan (AKU BISA SEJAHTERA).

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat inklusi keuangan nasional telah mencapai 92,74 persen. Meski demikian, ia menilai capaian tersebut masih perlu ditingkatkan untuk mengejar target 98 persen pada 2045 sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.

“Literasi dan inklusi keuangan di Indonesia perlu terus ditingkatkan. Memang sudah ada kemajuan dari tahun ke tahun, tapi perlu terus ditingkatkan,” ujar Perry di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.

Perry menekankan, peningkatan inklusi keuangan idealnya sejalan dengan peningkatan literasi keuangan. Menurutnya, literasi tidak hanya terkait kepemilikan rekening atau kemampuan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), melainkan juga pemahaman dalam memanfaatkan layanan keuangan secara bijak.

Ia menambahkan, literasi keuangan berperan penting agar masyarakat tidak sekadar mendapatkan akses pada produk keuangan, tetapi juga mampu melindungi diri dari berbagai risiko, termasuk kejahatan digital dan praktik pinjaman daring ilegal.

SNLIK 2025 mencatat tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia berada di angka 66,46 persen. Karena itu, Perry menilai sinergi antarpemangku kepentingan diperlukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan.

Sejalan dengan peluncuran AKSI KLIK, BI merilis tiga buku yang berfokus pada penguatan literasi keuangan digital. Ketiganya adalah Buku Strategi dan Program Edukasi dalam rangka Literasi Keuangan Digital Menuju Kesejahteraan Keuangan, Modul Edukasi Keuangan Digital untuk Pelatihan Tingkat Dasar, serta Pedoman Implementasi Model Bisnis UMKM Berkelanjutan: Aksi Mitigasi.

Perry menjelaskan, penguatan literasi keuangan merupakan bagian dari dukungan BI terhadap percepatan digitalisasi sistem pembayaran di Indonesia, antara lain melalui penggunaan QRIS dan Bank Indonesia Fast Payment (BI-Fast). Ia menyebut penggunaan QRIS telah meluas, dengan pengguna hampir 60 juta, dan sekitar 50 juta di antaranya merupakan UMKM pada tahun ini.

“QRIS tahun ini sudah hampir masif digunakan, penggunanya hampir 60 juta, dengan 50 juta penggunanya adalah UMKM di tahun ini. Oleh karena itu akselerasi digitalisasi sistem pembayaran perlu terus diimbangi dengan penguatan literasi keuangan khususnya digital,” katanya.

Selain itu, BI juga meresmikan gerakan AKU BISA SEJAHTERA melalui AKSI KLIK. Gerakan ini ditujukan untuk memperluas akses keuangan lewat kegiatan business matching dan edukasi keuangan bagi masyarakat serta pelaku usaha.

“Ini sangat-sangat penting untuk komitmen kita mempercepat agenda inklusi dan literasi keuangan. Harapannya supaya bisa menyampaikan financial well-being khususnya bagi UMKM dan ekonomi kerakyatan,” tutup Perry.