BERITA TERKINI
BI Perkirakan Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,9–5,7 Persen pada 2026 di Tengah Perlambatan Global

BI Perkirakan Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,9–5,7 Persen pada 2026 di Tengah Perlambatan Global

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berlanjut membaik pada 2026, meski perekonomian dunia tengah berada dalam tren perlambatan. Proyeksi tersebut disampaikan seiring kinerja ekonomi 2025 yang tercatat tumbuh 5,11 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibanding pertumbuhan 2024 sebesar 5,03 persen (yoy), serta diikuti perbaikan kualitas ketenagakerjaan.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 2026 meningkat dalam kisaran 4,9–5,7 persen (yoy). Menurutnya, proyeksi itu sejalan dengan berbagai kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi 2026 meningkat dalam kisaran 4,9–5,7 persen (yoy) sejalan dengan berbagai kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Perry dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

BI menjelaskan, proyeksi tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang diperkirakan meningkat. Penguatan konsumsi didorong oleh berbagai program stimulus pemerintah, pelonggaran kebijakan moneter, ekspektasi konsumen yang terus membaik, serta peningkatan aktivitas ekonomi pada sejumlah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) pada triwulan I-2026, seperti Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, dan Idulfitri 1447 H.

Dari sisi investasi, BI juga memprakirakan pertumbuhan yang lebih tinggi. Pendorongnya antara lain investasi pemerintah, termasuk hilirisasi sumber daya alam (SDA), serta perbaikan keyakinan pelaku usaha yang dinilai masih berlanjut.

Perry menambahkan, BI akan terus memperkuat bauran kebijakan untuk mendukung pertumbuhan. “Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan stimulus fiskal dan sektor riil Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan berdaya tahan,” kata Perry.