Bank Indonesia (BI) menilai prospek perekonomian global berada dalam tren melambat, diiringi ketidakpastian pasar keuangan yang tetap tinggi.
Gubernur BI Perry Warjiyo memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2026 melambat menjadi 3,2% dari 3,3% pada 2025. Perlambatan tersebut dinilai terjadi bersamaan dengan divergensi atau perbedaan laju pertumbuhan antarnegara.
Menurut Perry, prospek perlambatan pertumbuhan ekonomi global terutama dipengaruhi oleh dampak tarif resiprokal Amerika Serikat.

