Pertumbuhan industri teknologi finansial di Indonesia kian meluas dan tidak lagi terpusat di kawasan metropolitan. Inovasi layanan keuangan digital mulai menjangkau berbagai daerah hingga pelosok, membuka peluang pemerataan akses ekonomi bagi masyarakat serta pelaku usaha kecil.
Perkembangan ini tercermin dari perjalanan PT Bimasakti Multi Sinergi, perusahaan fintech yang berbasis di Sidoarjo, Jawa Timur. Bimasakti menunjukkan bahwa inovasi teknologi finansial yang lahir dari daerah dapat berkembang dan berkontribusi dalam ekosistem digital nasional.
Dalam tahap awal, Bimasakti berfokus menjawab kebutuhan transaksi masyarakat di daerah yang saat itu masih minim akses layanan digital. Melalui pendekatan inklusif, perusahaan membangun ekosistem pembayaran yang kemudian berkembang dan menjangkau berbagai wilayah di Indonesia.
Sebagai anggota Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Bimasakti menaungi sejumlah platform digital untuk mendukung kebutuhan transaksi harian. Platform tersebut antara lain Winpay sebagai payment gateway, SpeedCash sebagai dompet digital untuk kebutuhan transaksi sehari-hari, serta Rajabiller sebagai layanan H2H multi biller yang memfasilitasi pembayaran berbagai tagihan dalam satu sistem terintegrasi.
Strategi ini menegaskan fokus perusahaan untuk menghadirkan layanan yang dapat diakses luas, dengan penekanan pada aspek keamanan dan keandalan, serta perluasan kemitraan di luar kota-kota besar. Ekspansi Bimasakti dari Sidoarjo ke skala nasional juga dipandang sebagai sinyal positif bagi pemerataan inovasi keuangan digital di Indonesia.
Seiring meningkatnya volume transaksi dan kompleksitas kebutuhan pengguna, Bimasakti menempatkan keamanan sebagai prioritas. Perusahaan menyatakan kepercayaan publik merupakan fondasi penting dalam industri keuangan digital.
Untuk memperkuat tata kelola sistem, Bimasakti meraih sertifikasi ISO/IEC 27001:2022, standar internasional Sistem Manajemen Keamanan Informasi yang diterbitkan oleh TÜV Rheinland. Penerapan standar ini mencakup pengembangan sistem dan infrastruktur teknologi informasi, pemeliharaan layanan sistem pembayaran, penatausahaan dan penyediaan informasi sumber dana, layanan QRIS serta payment initiation dan acquiring, hingga layanan remitansi untuk pengiriman dana.
Dengan ruang lingkup tersebut, perusahaan menekankan penguatan keamanan informasi diterapkan pada berbagai lini layanan agar ekosistem tetap terlindungi dari risiko siber. Dukungan AFTECH terhadap langkah ini turut menegaskan pentingnya sertifikasi global bagi pelaku industri fintech dalam menjaga perlindungan data dan mempertahankan kepercayaan publik.
Melalui pengembangan layanan dan penguatan standar keamanan, Bimasakti menempatkan upaya inovasi dan perlindungan data sebagai bagian dari strategi untuk mendukung pertumbuhan ekosistem fintech yang berkelanjutan.