BERITA TERKINI
Bimasakti Perluas Solusi Pembayaran Digital dari Sidoarjo, Raih Sertifikasi ISO/IEC 27001:2022

Bimasakti Perluas Solusi Pembayaran Digital dari Sidoarjo, Raih Sertifikasi ISO/IEC 27001:2022

PT Bimasakti Multi Sinergi mendorong perluasan akses layanan keuangan digital dengan mengembangkan solusi pembayaran yang berangkat dari daerah. Perusahaan fintech yang tercatat sebagai anggota Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) ini memulai operasionalnya dari Sidoarjo, Jawa Timur, sebelum memperluas jangkauan bisnisnya secara nasional hingga merambah Jakarta.

Bimasakti berawal dari pengembangan solusi pembayaran digital untuk menjawab kebutuhan transaksi masyarakat dan pelaku usaha di daerah. Seiring waktu, perusahaan membangun ekosistem layanan yang kini menjangkau berbagai wilayah di Indonesia.

Perusahaan ini juga menjadi induk sejumlah platform berbasis digital, antara lain Winpay sebagai payment gateway, SpeedCash sebagai dompet digital, serta Rajabiller sebagai layanan H2H multi biller.

VP Regulator and State Authority Bimasakti, Novandy Bambang Pramana, mengatakan perjalanan perusahaan dari Sidoarjo hingga berkembang secara nasional merupakan bagian dari komitmen menghadirkan solusi pembayaran digital yang lebih inklusif. Menurutnya, kebutuhan layanan pembayaran digital tidak hanya berada di kota-kota besar, tetapi juga di berbagai daerah.

“Karena itu, Bimasakti berupaya membangun solusi yang dapat menjangkau mitra dan pengguna secara lebih luas, sekaligus memastikan layanan yang kami kembangkan tetap aman dan terpercaya,” ujar Novandy dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (31/3).

AFTECH menilai perjalanan Bimasakti menunjukkan bahwa pelaku dan inovator fintech tidak hanya tumbuh di kota-kota besar, tetapi juga lahir dan berkembang dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran perusahaan dari daerah dinilai dapat berkontribusi dalam membangun ekosistem ekonomi digital nasional, sehingga perkembangan industri fintech menjadi lebih inklusif dan tidak terpusat di wilayah Jabodetabek.

Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto, menyebut pertumbuhan perusahaan fintech dari daerah menjadi sinyal positif bagi pemerataan inovasi dan perluasan akses layanan keuangan digital. “Hal ini penting untuk membuka kesempatan yang lebih setara bagi masyarakat dan pelaku usaha di berbagai daerah, sekaligus memperkuat ekosistem fintech nasional,” ujarnya.

Di sisi lain, Bimasakti menyatakan terus memperkuat tata kelola sistem dan perlindungan data seiring meningkatnya kebutuhan layanan pembayaran digital yang aman dan terpercaya. Upaya tersebut ditandai dengan perolehan sertifikasi ISO/IEC 27001:2022, standar internasional untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi yang diterbitkan lembaga sertifikasi independen global, TÜV Rheinland.

Penyerahan sertifikasi dilakukan di Jakarta beberapa waktu lalu. Acara tersebut dihadiri antara lain oleh Novandy, AVP Regulator & State Authority Bimasakti Dimas Bayudira, Direktur Utama TÜV Rheinland Nyoman Susila, serta perwakilan AFTECH.

Novandy menjelaskan penerapan standar keamanan informasi di Bimasakti telah dilakukan sejak 2015. Pada sertifikasi ISO/IEC 27001:2022 kali ini, perusahaan memperluas ruang lingkup penerapan ke area pengembangan sistem, operasional teknologi informasi, serta pemeliharaan layanan sistem pembayaran.

Ruang lingkup tersebut mencakup layanan utama perusahaan, seperti penatausahaan sumber dana, penyediaan informasi sumber dana, QRIS, layanan payment initiation dan/atau acquiring, serta layanan remitansi. Dengan cakupan itu, Bimasakti menyebut pengelolaan keamanan informasi dapat diterapkan secara lebih komprehensif pada seluruh ekosistem layanan digital perusahaan.

AFTECH menilai langkah Bimasakti mencerminkan semakin kuatnya komitmen pelaku industri dalam memperkuat fondasi keamanan di tengah pertumbuhan ekonomi digital. Firlie mengatakan penerapan standar keamanan informasi yang diakui secara global menjadi elemen penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap layanan fintech.

“AFTECH menyambut baik langkah Bimasakti Multi Sinergi dalam memperkuat tata kelola keamanan informasi melalui sertifikasi ISO/IEC 27001:2022. Upaya ini menunjukkan komitmen pelaku industri untuk terus meningkatkan standar keamanan dan perlindungan data, sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem fintech Indonesia yang semakin aman, terpercaya dan berkelanjutan,” ujar Firlie.