BERITA TERKINI
Bitcoin Bertahan di Zona Hijau Saat Bursa Asia Tertekan, Analis Ingatkan Potensi Bull Trap

Bitcoin Bertahan di Zona Hijau Saat Bursa Asia Tertekan, Analis Ingatkan Potensi Bull Trap

Bitcoin (BTC) masih diperdagangkan di zona hijau pada Senin pagi, meski pasar keuangan global tengah berada di bawah tekanan. Kondisi ini muncul ketika sejumlah bursa saham di Asia mengalami aksi jual tajam, yang disebut dipicu lonjakan harga energi.

Gejolak tersebut bahkan membuat pembukaan perdagangan di beberapa indeks utama di kawasan Asia terjadi dalam status “limit down”. Di Korea Selatan, indeks KOSPI dilaporkan anjlok lebih dari 9 persen hingga memicu circuit breaker atau penghentian sementara perdagangan untuk meredam kepanikan pasar.

Di tengah tekanan pada aset tradisional, Bitcoin menunjukkan stabilitas relatif. Pada awal perdagangan, harga BTC bergerak di kisaran USD 67.100 hingga USD 67.200, sebelum sempat menguat dan mencapai puncak sekitar USD 67.600 pada pukul 04.25 UTC. Setelah menyentuh level tersebut, tekanan jual mulai muncul dan mendorong harga turun secara bertahap.

Menjelang pukul 05.00 UTC, tekanan jual terhadap Bitcoin dilaporkan meningkat, sehingga harga kembali melemah. Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di sekitar USD 67.816, dengan investor bullish berupaya mempertahankan level dukungan harga yang lebih tinggi.

Namun, tekanan di pasar Asia mulai menular ke pasar global lainnya. Fenomena “limit down” di pasar Timur disebut mulai merembet ke Amerika Serikat, seiring kontrak berjangka indeks saham AS yang mengindikasikan potensi penurunan signifikan saat perdagangan dibuka.

Situasi itu memunculkan pertanyaan apakah Bitcoin dapat mempertahankan stabilitasnya jika tekanan di pasar global semakin besar. Dalam beberapa tahun terakhir, Bitcoin kerap dipandang sebagai aset alternatif ketika pasar tradisional tertekan, meski hubungan pergerakan kripto dan saham global dinilai masih berubah-ubah, terutama saat terjadi gejolak ekonomi besar.

Di tengah ketidakpastian tersebut, analis Bitcoin Willy Woo menilai potensi reli Bitcoin menuju kisaran USD 85.000 perlu dipandang sebagai kemungkinan “bull trap”, atau jebakan kenaikan harga sementara. Ia mencatat aliran dana investor mulai pulih sejak pertengahan Februari, dan menilai aksi jual besar pada fase awal pasar bearish membuat tekanan jual sementara mulai mereda.

Woo memperkirakan Bitcoin dapat memasuki fase konsolidasi sebelum mencoba menguji level resistensi di kisaran USD 80.000 hingga USD 85.000, yang disebut sebagai titik harga rata-rata bagi investor jangka pendek. Meski demikian, ia menegaskan Bitcoin masih berada di tengah fase pasar bearish jika dilihat dari kondisi likuiditas jangka panjang.

Menurut perkiraan Woo, reli sementara ini dapat berlangsung hingga akhir April, sebelum pasar menentukan arah pergerakan berikutnya.