BERITA TERKINI
BSI dan OJK Luncurkan Program 5.000 Duta Literasi Keuangan Syariah

BSI dan OJK Luncurkan Program 5.000 Duta Literasi Keuangan Syariah

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menginisiasi program 5.000 Duta Literasi Keuangan Syariah untuk mempercepat peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia. Program ini menempatkan generasi muda sebagai penggerak edukasi finansial berbasis komunitas, di tengah masih lebarnya kesenjangan literasi dan inklusi keuangan syariah nasional.

Kick-off program digelar melalui Talkshow Literasi Keuangan Syariah bertema “Generasi Emas Melek Finansial: Keuangan Syariah untuk Indonesia Maju”. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026, yang berlangsung di Auditorium BSI The Tower, Jakarta, dan diikuti lebih dari 5.000 peserta secara luring maupun daring dari berbagai daerah di Indonesia.

Inisiatif ini disebut menjadi bentuk sinergi regulator dan industri dalam memperluas pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah, sekaligus mendorong pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah secara lebih luas.

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan tingkat literasi keuangan nasional mencapai 66,46 persen dengan inklusi 80,51 persen. Namun, untuk sektor syariah, literasi tercatat 43,42 persen dengan inklusi 13,41 persen. Angka ini menggambarkan masih besarnya ruang penguatan ekosistem keuangan syariah, terutama melalui peningkatan literasi dan akses layanan bagi masyarakat.

Direktur Risk Management BSI Grandhis Helmi Harumansyah mengatakan kolaborasi OJK dan BSI dalam program tersebut merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pendekatan literasi yang lebih partisipatif dan dekat dengan generasi muda. Ia menilai anak muda memiliki peran sebagai agen perubahan yang dapat memperluas literasi keuangan syariah melalui edukasi di lingkungan sekitarnya.

Menurut Grandhis, penguatan literasi menjadi fondasi untuk membangun perilaku finansial yang sehat, bertanggung jawab, dan berorientasi jangka panjang, terutama dalam momentum bonus demografi. Dalam program ini, para duta diharapkan berperan sebagai agen edukasi di kampus, komunitas, dan ruang digital untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap prinsip serta praktik keuangan syariah, sekaligus mendorong perubahan perilaku finansial.

Ia juga menekankan pentingnya literasi yang berujung pada aksi, yakni ketika masyarakat tidak hanya memahami konsep keuangan syariah, tetapi mulai memanfaatkan produk dan layanannya dalam kehidupan sehari-hari. Grandhis mencontohkan mandat kepada BSI sebagai Bank Emas pertama oleh Presiden Prabowo Subianto, yang ditujukan untuk mengoptimalkan potensi sekitar 1.800 ton emas yang beredar di masyarakat agar dapat dimonetisasi secara produktif, sekaligus memperluas akses kepemilikan emas yang lebih terjangkau. Para Duta Literasi diharapkan dapat menyuarakan dan menggerakkan pemanfaatan inisiatif tersebut secara lebih masif.

Ke depan, program 5.000 Duta Literasi Keuangan Syariah direncanakan berjalan sepanjang tahun sebagai gerakan edukasi kolektif yang melibatkan mahasiswa, komunitas, serta ekosistem digital. BSI menyatakan optimistis kolaborasi multipihak antara regulator, industri, dan generasi muda dapat mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah, sekaligus memperkuat peran keuangan syariah dalam pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.