BERITA TERKINI
Bursa Asia Berpeluang Dibuka Menguat, Meski Pasar AS Bergerak Fluktuatif

Bursa Asia Berpeluang Dibuka Menguat, Meski Pasar AS Bergerak Fluktuatif

Bursa saham Asia diperkirakan dibuka menguat pada perdagangan Rabu, meski aktivitas pasar cenderung sepi akibat libur. Sentimen ini muncul setelah pasar saham Amerika Serikat mengalami pergerakan yang bergejolak, seiring pelaku pasar menimbang prospek kecerdasan buatan (AI).

Kontrak berjangka saham mengindikasikan kenaikan untuk indeks acuan Australia dan Jepang. Di AS, indeks S&P 500 ditutup nyaris tidak berubah pada Selasa setelah sesi perdagangan yang fluktuatif.

Pergerakan saham terkait teknologi menunjukkan arah yang beragam. Indeks produsen cip di AS ditutup sedikit berubah, sementara dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang melacak perusahaan perangkat lunak turun 2,2%. Di sisi komoditas, harga emas dan perak tercatat anjlok.

Kekhawatiran seputar AI turut terasa di Asia, yang menjadi pusat sebagian besar pengembangan cip dan manufaktur perangkat keras dunia. Indeks saham regional sebelumnya turun selama tiga sesi berturut-turut—menjadi rangkaian penurunan terpanjang dalam hampir sebulan—sehingga potensi penguatan pada Rabu dipandang sebagai kabar baik bagi investor.

Namun, volume perdagangan diperkirakan tetap rendah karena sejumlah pasar utama di kawasan masih tutup untuk libur Tahun Baru Imlek, termasuk China, Hong Kong, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, dan Vietnam.