JAKARTA – Penghapusan subsidi bahan bakar minyak (BBM) diperkirakan akan berdampak pada kenaikan biaya produksi di berbagai sektor industri. Namun, langkah ini juga dinilai memiliki efek positif jangka panjang bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Suryo Bambang Sulisto, menyampaikan bahwa penghapusan subsidi BBM dapat memberikan manfaat besar. Menurutnya, dana yang dihemat dari penghapusan subsidi dapat dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur. Infrastruktur yang lebih baik akan memperlancar roda perekonomian dan menurunkan biaya logistik, sehingga memperkuat daya saing industri dan ekonomi nasional.
"Jadi, kalau dihapus, dana yang kita hemat itu bisa kita bangun infrastruktur. Kalau infrastruktur dibangun, roda perekonomian akan lancar. Biaya logistik akan lebih murah. Manfaatnya luar biasa. Indonesia akan menjadi kuat sekali perekonomiannya," ujarnya di Jakarta, Kamis (11/9/2014).
Suryo juga menanggapi anggapan bahwa penghapusan subsidi BBM hanya akan memberatkan rakyat kecil. Ia menilai pandangan tersebut keliru dan bahkan kerap disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan perekonomian Indonesia menjadi kuat.
"Jangan lupa, mungkin ada pihak-pihak yang tidak menginginkan Indonesia kuat perekonomiannya, jadi pemikiran yang keliru ini disebarluaskan sampai banyak teman-teman di DPR berpikiran demikian. Padahal, kalau kita hapuskan subsidi BBM, relokasikan subsidi untuk tujuan yang lebih bermanfaat, itu luar biasa manfaatnya bagi perekonomian negara kita," tambahnya.
Meski demikian, Suryo mengakui bahwa perekonomian Indonesia tidak akan sepenuhnya kebal terhadap dampak kenaikan harga BBM. Dalam jangka waktu enam bulan hingga satu tahun setelah penghapusan subsidi, perekonomian mungkin akan mengalami tekanan, seperti inflasi. Namun, ia meyakini kondisi tersebut bersifat sementara dan akan diimbangi oleh penciptaan lapangan kerja baru.
"Paling ada inflasi, tapi kalau dibarengi dengan banyaknya diciptakan peluang lapangan kerja, itu akan terkoreksi sendiri. Jadi jangan kuatir. Ibaratnya sakit kanker, makanya kita bilang jangan dipotong kankernya sebagian dengan naikin BBM sedikit. Udahlah, abisin aja semua. Hapus aja BBM, sakit-sakit sekali tapi kita jadi sehat," pungkas Suryo.