Memasuki pekan pertama Juli 2020, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat empat perusahaan melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Kondisi ini berbeda dari periode yang sama tahun sebelumnya yang relatif sepi dari aksi korporasi serupa.
Keempat perusahaan yang melantai di bursa tersebut adalah PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN), PT Boston Furniture Industries Tbk. (SOFA), PT Pakuan Tbk. (UANG), dan PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk. (EPAC).
Proses IPO berlangsung di tengah pandemi virus corona yang masih berlangsung di Indonesia, sehingga tidak disertai dengan acara seremonial seperti biasanya di Gedung BEI. Dengan tambahan ini, sepanjang tahun 2020 tercatat sudah 32 perusahaan yang melakukan penawaran saham perdana.
Profil Emiten Baru Juli 2020
- PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN)
Perusahaan ini bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit, dengan kegiatan usaha meliputi pengolahan, penyemaian, pembibitan, dan penanaman. Dana hasil IPO akan digunakan untuk belanja modal, seperti pembukaan lahan dan tanaman baru, pengembangan dermaga (jetty), serta modal kerja. PGUN melakukan penawaran saham pada 7 Juli 2020. - PT Boston Furniture Industries Tbk. (SOFA)
SOFA beroperasi di bidang mebel dengan salah satu merek produknya bernama Blackwood. Produk yang dihasilkan meliputi kursi, meja, sofa, dan tempat tidur. Pada IPO tanggal 7 Juli 2020, SOFA menawarkan sebanyak 400 juta lembar saham atau sekitar 24,24% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga Rp100 per lembar. Perusahaan berhasil menghimpun dana sekitar Rp40 miliar dari masyarakat. - PT Pakuan Tbk. (UANG)
Perusahaan ini berfokus pada sektor properti dan dikenal mengelola lapangan golf, hotel, restoran, serta kolam renang yang tergabung dalam Sawangan Golf, Hotel & Resort. Salah satu proyek yang tengah dikembangkan adalah Sawangan Lake View di Depok, Jawa Barat. IPO UANG berlangsung pada 6 Juli 2020. - PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk. (EPAC)
EPAC bergerak di bidang pengemasan dan plastik. Epack Group menjadi solusi penyedia kemasan pertama di Indonesia yang memiliki kemampuan produksi multi-platform, baik di roto maupun digital. Perusahaan ini melakukan penawaran umum perdana saham pada 1 Juli 2020.