Beijing — Kongres Nasional Ke-20 Partai Komunis China (CPC) telah berakhir pada Sabtu (22/10/2022), namun dinamika sosial dan politik di China masih menjadi perhatian. Sejumlah siaran televisi di China terus menayangkan materi terkait hasil kongres yang meneguhkan posisi Xi Jinping sebagai pemimpin tertinggi partai untuk periode ketiga 2022–2027, sementara program hiburan seperti sinetron, talk show, ajang pencarian bakat, hingga film asing dilaporkan belum kembali tayang di sejumlah stasiun.
Tayangan yang masih mengisi layar disebut bertema perjuangan dan pembangunan. Situasi itu berlangsung meski agenda utama kongres—perpanjangan masa jabatan Xi untuk periode lima tahunan ketiganya—secara resmi telah diputuskan dan rangkaian acara kongres dinyatakan selesai.
Insiden Hu Jintao dan spekulasi yang mengemuka
Di luar China, perhatian besar tertuju pada insiden keluarnya mantan Presiden China Hu Jintao dari arena kongres di Balai Agung Rakyat, Beijing, beberapa menit sebelum acara penutupan dimulai. Beragam spekulasi berkembang, termasuk dugaan bahwa Hu dipaksa meninggalkan ruangan.
Dalam momen penutupan pada Sabtu (22/10), Hu yang duduk di sebelah kiri Xi Jinping terlihat terlibat perbincangan serius dengan Li Zhanshu, Ketua Kongres Nasional China (NPC) sekaligus anggota Komite Tetap Biro Politik ke-19 CPC. Tidak jelas isi perbincangan tersebut. Tak lama kemudian, Hu yang berusia 79 tahun dipapah keluar oleh pengawal kepresidenan.
Sejumlah awak media yang baru berada di lantai dua ruang pertemuan merekam kejadian itu. Di tengah perdebatan Hu dan Li Zhanshu, Xi sempat memanggil pengawalnya. Pengawal kemudian membantu Hu berdiri. Sebelum meninggalkan ruangan, Hu sempat berbicara dengan Xi dan Perdana Menteri Li Keqiang.
Kantor berita resmi China, Xinhua, kemudian melaporkan bahwa Hu mengalami masalah kesehatan sehingga tidak dapat mengikuti seremonial penutupan. Namun spekulasi telanjur berkembang, termasuk anggapan bahwa Hu menentang keputusan partai yang menyetujui Xi menjabat sekretaris jenderal untuk ketiga kalinya.
Keputusan kongres dan pengesahan perubahan aturan partai
Setelah Hu meninggalkan arena, Xi memulai rangkaian acara penutupan dengan kursi kosong di antara tempat duduknya dan Li Zhanshu. Xi kemudian meminta persetujuan sekitar 3.000 peserta yang memiliki hak suara, termasuk 2.296 delegasi CPC, atas perubahan Anggaran Dasar CPC.
Proses pengambilan keputusan dilakukan dengan meminta persetujuan hadirin melalui angkat tangan, lalu disahkan secara aklamasi. Dengan diterimanya amandemen tersebut, Xi dinyatakan sah melanjutkan jabatan pemimpin tertinggi partai untuk periode ketiga. Keputusan itu juga memperkuat peluangnya untuk kembali menjadi Presiden China periode 2023–2028, serta mempertahankan jabatan sebagai Panglima Komisi Militer Pusat untuk periode ketiga.
Selain perubahan Anggaran Dasar CPC, penutupan kongres juga menetapkan dua agenda penting lainnya:
- diterimanya laporan pertanggungjawaban Komite Sentral ke-19 CPC; dan
- penetapan anggota Komite Sentral ke-20 CPC serta anggota Komisi Pusat CPC untuk Pengawasan Disiplin ke-20.
Perubahan komposisi elite dan absennya nama Li Keqiang
Kongres yang berlangsung sejak 16 Oktober itu berakhir dengan tiga keputusan besar untuk lima tahun mendatang. Dalam rangkaian sidang, disebut tampak ketegangan pada ekspresi Xi Jinping yang duduk bersebelahan dengan Li Keqiang.
Nama Li Keqiang, yang sejak 2012 mendampingi Xi dan selama ini berada di peringkat kedua struktur kepemimpinan CPC, tidak tercantum dalam daftar 205 anggota Komite Sentral ke-20 CPC. Dengan demikian, ia tidak lagi memiliki landasan untuk melanjutkan jabatan sebagai Perdana Menteri mulai tahun berikutnya.
Selain Li Keqiang, tiga tokoh lain juga tidak lagi berada dalam jajaran pengurus tertinggi CPC, yakni Li Zhanshu, Wang Yang, dan Han Zheng. Ketiganya masing-masing menjabat Ketua NPC, Ketua Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat China (CPPCC), dan Wakil Perdana Menteri.
Perkenalan Politbiro baru dan pesan ekonomi Xi
Sehari setelah penutupan kongres, Minggu (23/10), Xi tampil di hadapan ratusan awak media di Balai Agung Rakyat bersama enam anggota Komite Tetap Politbiro yang baru. Dalam pernyataannya, Xi mengatakan rapat pleno pertama Komite Sentral ke-20 CPC telah memilih kepemimpinan baru dan ia kembali terpilih sebagai Sekretaris Jenderal CPC.
Xi memperkenalkan enam anggota Komite Tetap Politbiro periode 2022–2027, yaitu Li Qiang (63), Zhao Leji (65), Wang Huning (67), Cai Qi (66), Ding Xuexiang (60), dan Li Xi (66). Empat dari enam nama tersebut merupakan wajah baru. Xi juga menyebut Zhao Leji dan Wang Huning sebelumnya merupakan anggota Komite Tetap Politbiro Komite Sentral ke-19 CPC.
Xi dan enam anggota Komite Tetap Politbiro itu disebut tidak hanya bertanggung jawab kepada sekitar 93 juta anggota CPC, tetapi juga dituntut merealisasikan ambisi China sebagai negara sosialis modern.
Tantangan ekonomi dan sorotan kebijakan nol COVID-19
Di sisi lain, kepemimpinan baru menghadapi tantangan ekonomi. Pertumbuhan PDB China tahun itu diperkirakan tidak lebih dari 4 persen, berbeda dengan tahun sebelumnya yang disebut mencapai 8 persen dan melampaui target 6 persen di tengah pandemi COVID-19.
Di tingkat internasional, termasuk Dana Moneter Internasional (IMF), China disorot terkait perlambatan ekonomi yang dikaitkan dengan penerapan kebijakan nol kasus COVID-19 yang ketat. Kebijakan itu menyebabkan sejumlah kota, termasuk Shanghai dan Beijing, mengalami penguncian wilayah (lockdown) dalam durasi yang relatif lama dan berulang sejak Januari.
Isyarat ketidakpuasan dan janji membuka pintu
Meski kekuasaan Xi dinilai makin menguat, laporan tersebut juga menyinggung adanya hambatan dari dalam negeri. Selain insiden Hu Jintao, disebut pula adanya unjuk rasa di Jembatan Sitong, Beijing, pada 13 Oktober atau tiga hari sebelum kongres digelar. Slogan protes serupa kemudian muncul dalam bentuk grafiti di kota-kota lain, yang disebut sebagai wujud pertentangan terhadap kepemimpinan Xi.
Dalam pertemuan dengan awak media pada Minggu (23/10)—yang disebut sebagai pertemuan pertama dengan media asing dalam lima tahun terakhir—Xi menyampaikan komitmen untuk membuka China lebih lebar. “Kami akan membuka pintu lebih lebar lagi. Kemakmuran China akan menciptakan lebih banyak kesempatan bagi dunia,” ujar Xi.

