BERITA TERKINI
Dino Patti Djalal: Transisi Energi Kini Jadi Arena Persaingan Ekonomi Global

Dino Patti Djalal: Transisi Energi Kini Jadi Arena Persaingan Ekonomi Global

Jakarta — Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menilai transisi energi saat ini telah berubah menjadi ajang persaingan ekonomi global. Menurutnya, negara yang paling cepat mengembangkan industri energi bersih akan berada di posisi terdepan pada masa mendatang.

Pernyataan itu disampaikan Dino dalam arahan media bertajuk “Rekomendasi Kebijakan, Regulasi, dan Implementasi Program 100 GW PLTS untuk Ketahanan dan Kemandirian Energi serta Pertumbuhan Ekonomi Indonesia” yang diselenggarakan FPCI di Jakarta, Jumat.

Dino mengatakan, setelah Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan komitmen untuk mencapai 100 persen energi terbarukan dalam 10 tahun pada KTT G20 di Brazil, Unit Iklim FPCI berinisiatif mengumpulkan para ahli untuk merumuskan cara membantu pemerintah mewujudkan target tersebut.

Ia menilai target pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt (GW) dalam 10 tahun merupakan sasaran yang realistis dan dapat dicapai, asalkan dijalankan dengan keseriusan serta program yang terlaksana dengan baik.

Menurut Dino, program PLTS 100 GW tidak semata proyek energi, melainkan juga proyek ekonomi, proyek industri, dan proyek masa depan. Karena itu, ia menekankan pentingnya percepatan pengembangan PLTS.

Ia menyebut setidaknya ada dua alasan utama untuk mendorong percepatan tersebut, yakni ketahanan energi dan industrialisasi energi bersih, yang dinilainya dapat turut menciptakan keadilan pembangunan serta meningkatkan produktivitas desa.

Dari sisi ketahanan energi, Dino menilai energi surya dapat menjadi sumber energi domestik yang bersih dan stabil untuk jangka panjang, serta tidak terpengaruh fluktuasi harga global.

Sementara dari sisi industrialisasi energi bersih, ia mengatakan pemerintah dapat membangun industri melalui pengembangan manufaktur, rantai pasok, teknologi, dan sumber daya manusia (SDM). Langkah itu, menurutnya, membuka peluang Indonesia untuk naik kelas dalam rantai pasok global.

Adapun terkait pembangunan dan produktivitas desa, Dino menyatakan bahwa pembangunan PLTS yang terdistribusi ke desa-desa di seluruh Indonesia berpotensi menjadi program elektrifikasi energi terbarukan terbesar di Asia Tenggara.