Depok — Dosen dan mahasiswa Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri (UNM) menggelar program literasi finansial bagi anak-anak yatim yang berada di bawah Badan Santunan Yatim RW 05, 06, dan 07 Depok. Kegiatan ini mengangkat tema “Cerdas Finansial di Era Digital: Program Literasi dan Manajemen Keuangan bagi Anak Yatim pada Badan Santunan Yatim RW 05, 06, dan 07 Depok.”
Program tersebut dilaksanakan pada Sabtu (7/3) mulai pukul 14.00 WIB di Universitas Nusa Mandiri Kampus Margonda, Jalan Margonda Raya No 545, Pondok Cina, Beji, Depok. Kegiatan dipimpin oleh Johan Hendri Prasetyo selaku ketua pelaksana. Pelaksanaannya juga melibatkan Gani Wiharso sebagai tutor serta Dr. Agus Syukur sebagai anggota tim pengabdian.
Sejumlah mahasiswa Prodi Bisnis Digital turut mendampingi jalannya kegiatan, yakni Siti Aulia Tridani Yasmin, Keshya Khalistamerli Siregar, dan Rifa Luthfatunnisa.
Johan Hendri Prasetyo menjelaskan, program ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman literasi keuangan sekaligus keterampilan pengelolaan keuangan sederhana bagi anak-anak yatim agar lebih siap menghadapi tantangan ekonomi di era digital.
“Dalam kegiatan ini para peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menabung, mengelola uang saku secara bijak, serta memahami konsep dasar pengelolaan keuangan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Johan dalam rilis yang diterima pada Senin (9/3).
Ia menekankan literasi keuangan perlu ditanamkan sejak usia dini, terutama seiring pesatnya perkembangan teknologi digital. “Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan pemahaman dasar tentang pentingnya mengatur keuangan sejak dini. Di era digital saat ini, anak-anak perlu dibekali kemampuan untuk membedakan kebutuhan dan keinginan serta belajar menabung agar mereka memiliki kemandirian finansial di masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Gani Wiharso menyampaikan materi disusun dengan metode interaktif agar mudah dipahami peserta. “Kami menyampaikan materi dengan pendekatan sederhana menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak. Harapannya mereka tidak hanya memahami konsep literasi keuangan, tetapi juga dapat mempraktikkan kebiasaan baik seperti menabung dan mengelola uang secara bijak,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, UNM berharap program ini memberi manfaat nyata dan menumbuhkan kesadaran finansial sejak dini, khususnya bagi anak-anak yatim di Depok, agar lebih siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

