Indeks saham Dow Jones dilaporkan rontok hingga 10 persen di tengah meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi global. Tekanan ini muncul seiring lonjakan harga minyak dan perang Iran yang turut memengaruhi ekspektasi investor terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed).
Perubahan ekspektasi suku bunga tersebut menambah beban bagi pasar saham, yang belakangan sensitif terhadap sinyal pengetatan atau pelonggaran kebijakan moneter. Dalam situasi ini, sentimen investor global melemah dan mendorong aksi jual di berbagai aset berisiko.
Selain Dow Jones, indeks Nasdaq dan S&P 500 juga ikut tertekan. Pelemahan ketiga indeks tersebut mencerminkan kehati-hatian investor dalam merespons kombinasi faktor geopolitik dan pergerakan harga energi yang dinilai dapat memperbesar ketidakpastian prospek ekonomi dan pasar ke depan.