Seorang ekonom dari Permata Bank menilai terdapat empat risiko global utama yang berpotensi menekan perekonomian Indonesia pada 2026. Keempat faktor tersebut mencakup meningkatnya tensi geopolitik, perang dagang, divergensi suku bunga global, serta pelemahan ekonomi China.
Menurut ekonom tersebut, dinamika geopolitik yang memanas dapat memicu ketidakpastian di pasar global. Kondisi ini berisiko memengaruhi aktivitas ekonomi, termasuk arus perdagangan dan investasi.
Selain itu, perang dagang dinilai dapat menambah tekanan terhadap rantai pasok dan kinerja perdagangan internasional. Dampaknya dapat merembet ke berbagai negara, termasuk Indonesia, melalui perubahan permintaan dan harga di pasar global.
Risiko berikutnya adalah divergensi suku bunga global, yakni perbedaan arah kebijakan suku bunga di berbagai negara. Situasi ini dapat memengaruhi pergerakan arus modal dan kondisi pembiayaan, yang pada akhirnya berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi.
Faktor keempat adalah pelemahan ekonomi China. Mengingat peran China dalam perekonomian global, perlambatan di negara tersebut dapat berdampak pada permintaan global dan kinerja perdagangan, yang juga dapat berpengaruh terhadap Indonesia.
Dengan adanya empat risiko tersebut, ekonom Permata Bank menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap perkembangan global yang dapat memengaruhi prospek ekonomi Indonesia pada 2026.

