Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengingatkan potensi dampak konflik di Timur Tengah terhadap stabilitas ekonomi Jawa Timur. Menurut Emil, ketegangan yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat berisiko mendorong kenaikan harga energi global yang dapat berimbas ke daerah.
Emil menyoroti kawasan strategis seperti Selat Hormuz yang dinilai berpengaruh besar terhadap pasokan minyak dunia. Ia menyebut jalur tersebut menyalurkan lebih dari 20 persen kebutuhan minyak global. “UMKM mulai mengeluhkan kenaikan harga bahan baku plastik dan BBM. Pemerintah pusat memang berupaya menahan gejolak harga, namun kita juga harus bersikap antisipatif,” ujar Emil, Minggu (29/3/2026).
Untuk langkah antisipasi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Rabu. Emil mengatakan kebijakan itu tidak hanya ditujukan untuk efisiensi energi, tetapi juga sebagai respons terhadap potensi kenaikan harga BBM akibat dinamika global.
Meski demikian, Emil menyebut kondisi ekonomi Jawa Timur masih relatif terkendali. Pernyataan itu merujuk pada simulasi pemerintah pusat bersama sejumlah lembaga, di antaranya Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Bank Indonesia, dan Bappenas.
Ia memaparkan, ekspor Jawa Timur tumbuh sekitar 16 persen, sementara impor turun 2,7 persen. Pada 2025, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur tercatat mencapai Rp3.403,17 triliun.
Namun Emil mengingatkan, ketergantungan Jawa Timur terhadap perdagangan global tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai. “Ketergantungan terhadap perdagangan global cukup signifikan. Perlambatan ekonomi global pasti akan berdampak pada Jawa Timur,” tegasnya.
Dalam konteks pengendalian dampak di tingkat daerah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah menginstruksikan seluruh kepala daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi inflasi, penimbunan barang, hingga panic buying. Emil juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas informasi agar tidak memicu kepanikan di masyarakat, serta meminta aparat bertindak tegas terhadap pihak yang mencoba mengambil keuntungan dari situasi.
Pemprov Jatim, lanjut Emil, terus berkoordinasi dengan Dinas ESDM dan Hiswana Migas untuk memastikan ketersediaan energi tetap aman. Hingga saat ini, stok BBM dan LPG 3 kilogram dilaporkan aman dan distribusi berjalan normal. “Stok BBM mengalir setiap hari. Selama pola konsumsi normal, tidak ada kelangkaan,” jelasnya.
Terkait inflasi, Emil menyebut inflasi Jawa Timur pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,64 persen. Ia menegaskan, meski dampak langsung gejolak global masih terbatas, kondisi tersebut tetap perlu diantisipasi. “Kita harus cermat agar inflasi tetap terkendali dan tidak membebani masyarakat,” pungkasnya.