BERITA TERKINI
FWD Insurance dan Prestasi Junior Indonesia Perluas Program JA SparktheDream untuk Literasi Keuangan Pelajar

FWD Insurance dan Prestasi Junior Indonesia Perluas Program JA SparktheDream untuk Literasi Keuangan Pelajar

PT FWD Insurance Indonesia (FWD Insurance) bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) kembali menghadirkan program JA SparktheDream untuk tahun keempat. Program ini mengusung pendekatan yang menempatkan keluarga, sekolah, dan pelaku usaha jasa keuangan sebagai satu ekosistem pembelajaran keuangan yang saling terhubung.

Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance Rudy F. Manik menyampaikan, anak-anak di era digital semakin cepat terpapar beragam pilihan finansial beserta risiko yang menyertainya. Setelah berhasil menjangkau hampir 6.000 siswa sejak 2023, FWD Insurance ingin menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan dengan realitas siswa sekaligus melibatkan orang tua dan sekolah dalam satu ekosistem.

Pada pelaksanaan tahun ini, JA SparktheDream ditargetkan memberikan edukasi keuangan kepada lebih dari 2.300 siswa sekolah menengah pertama di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Bandung, Cimahi, Semarang, Surabaya, Sidoarjo, dan Denpasar. Program tersebut akan berlangsung hingga November 2026.

Menurut Rudy, literasi keuangan yang dipraktikkan sejak dini di rumah dan sekolah dinilai dapat menjadi fondasi bagi generasi muda untuk mengambil keputusan finansial yang lebih bijak di masa depan.

JA SparktheDream memberikan edukasi literasi keuangan secara holistik melalui empat sesi pembelajaran di kelas. Materi disampaikan oleh fasilitator PJI bersama guru dan sukarelawan FWD Insurance dengan metode interaktif. Program ini juga memadukan sesi kelas, platform pembelajaran daring, serta aktivitas rumah bersama keluarga sebagai bagian dari proses belajar.

Aktivitas rumah dirancang untuk mendorong siswa mempraktikkan pembelajaran keuangan melalui diskusi keluarga, pencatatan sederhana pengeluaran, serta pengambilan keputusan finansial sehari-hari dengan pendampingan orang tua. Pendekatan tersebut diarahkan agar literasi keuangan tidak berhenti pada teori, melainkan menjadi kebiasaan dalam keseharian anak.

Pendekatan berbasis ekosistem dinilai semakin penting di tengah kondisi literasi keuangan nasional. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan indeks literasi keuangan pelajar dan mahasiswa masih berada di angka 56,42 persen. Pada saat yang sama, generasi muda tumbuh di lingkungan keuangan digital yang semakin kompleks, dengan kemudahan akses layanan keuangan, termasuk dompet digital, yang berpotensi menimbulkan risiko jika tidak disertai pemahaman yang memadai.

Direktur Eksekutif PJI Utami Anita Herawati mengatakan, keterlibatan sukarelawan FWD Insurance memperkaya proses belajar melalui contoh nyata sehingga guru dan siswa memperoleh perspektif yang lebih utuh antara teori, praktik, dan realitas di lapangan. Ia juga menyebut partisipasi guru dirancang sebagai penguatan kapasitas jangka panjang, dengan bekal metodologi, materi, dan pendekatan pembelajaran yang dapat dikembangkan serta diadaptasi ke dalam kurikulum literasi keuangan secara berkelanjutan.

Pelaksanaan JA SparktheDream tahun keempat diawali dengan seminar literasi keuangan bagi orang tua dan siswa bertajuk “Kelola Uang Hari Ini, Aman Esok Hari” yang diselenggarakan di SMP Al-Jannah, Depok. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat peran orang tua sebagai pendamping utama anak dalam membangun kebiasaan dan pengambilan keputusan finansial yang sehat sejak dini.