BERITA TERKINI
OJK Sulutgo Percepat Literasi Keuangan di Gorontalo, Target Inklusi 91% pada 2026

OJK Sulutgo Percepat Literasi Keuangan di Gorontalo, Target Inklusi 91% pada 2026

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo) memprioritaskan percepatan literasi dan inklusi keuangan di Provinsi Gorontalo. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan jasa keuangan resmi.

Kepala OJK Sulutgo, Robert HP Sianipar, menyampaikan komitmen tersebut dalam rapat koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Provinsi Gorontalo tahun 2026. Ia menilai percepatan literasi dan inklusi keuangan penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara positif.

Pada awal 2026, OJK Sulutgo menetapkan target inklusi keuangan di Gorontalo mencapai 91%. Target ini meningkat dibanding hasil survei tahun 2024 yang mencatat tingkat inklusi keuangan sebesar 80,51%.

OJK menempatkan peningkatan literasi keuangan sebagai fokus utama untuk memperkuat pemahaman masyarakat. Literasi dinilai krusial agar masyarakat mampu mengenali dan memanfaatkan produk serta jasa keuangan yang memiliki legalitas sah.

Menurut OJK, literasi yang memadai dapat mendorong masyarakat menggunakan layanan keuangan formal. Penggunaan layanan formal juga dinilai memberi perlindungan hukum dan mendukung stabilitas sistem keuangan.

Di sisi lain, OJK mencatat tantangan berupa kecenderungan sebagian masyarakat menggunakan layanan keuangan informal. Layanan tersebut kerap dipilih karena dianggap mudah, murah, dan cepat, meski memiliki risiko tinggi.

Untuk merespons kondisi itu, OJK Sulutgo membentuk TPAKD sejak 2016. TPAKD berperan dalam edukasi kepada masyarakat terkait risiko dan manfaat produk keuangan.

Selain edukasi, OJK juga menyusun Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD) untuk setiap kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo. IKAD ditujukan membantu masyarakat memahami produk dan jasa layanan keuangan di daerah, termasuk risiko yang mungkin dihadapi serta manfaat yang dapat diperoleh.

Melalui edukasi berkelanjutan, OJK berharap masyarakat Gorontalo memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai sebelum memutuskan menggunakan produk dan jasa keuangan. Pemahaman tersebut dinilai penting untuk menghindari potensi kerugian dan mendorong pengambilan keputusan finansial yang lebih cerdas serta bertanggung jawab.