MAKASSAR, 8 Februari 2022 — Pembangunan jalan akses tol menuju Makassar New Port (MNP) dinyatakan siap dimulai untuk mendukung kelancaran logistik dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Indonesia Timur. Kesiapan itu ditandai dengan kegiatan groundbreaking atau peletakan batu pertama yang digelar di area MNP pada Senin, 7 Februari 2022.
Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Deputi I Bidang Infrastruktur, Energi dan Investasi Kantor Staf Presiden (KSP) Febry Calvin Tetelepta, Anggota DPR RI Komisi V Muh. Aras, Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman beserta Forkopimda Provinsi Sulsel, Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi, Direktur Utama PT Nusantara Infrastructure Tbk. M. Ramdani Basri, serta Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono bersama jajaran Pelindo Regional 4.
Harapan peningkatan daya saing dan efisiensi logistik
Dalam arahannya, Mohammad Zainal Fatah menyampaikan harapan agar jalan akses tol MNP yang pembangunannya direncanakan dimulai pada akhir Februari 2022 dapat meningkatkan daya saing kawasan industri Indonesia pada level regional maupun internasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan.
Menurut Fatah, pembangunan jalan tol menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan ekonomi karena dapat memangkas biaya logistik dan waktu tempuh. Ia menyebut setelah groundbreaking, konstruksi diharapkan segera dimulai sehingga proyek bisa selesai sesuai target dan beroperasi pada Juni 2023, atau lebih cepat.
Tahapan pembangunan akses tol
Pembangunan jalan akses tol MNP direncanakan dilakukan bertahap. Pada tahap pertama, akses dibangun dari arah pelabuhan lama (Jalan Tol Seksi 1) menuju MNP sepanjang 1,2 kilometer.
Tahap kedua akan dibangun dari arah bandara (Jalan Tol Makassar Seksi IV) menuju MNP sepanjang 2 kilometer dengan lebar lajur 4 meter. Adapun pekerjaan dari MNP menuju bandara direncanakan pada tahap berikutnya atau tahap III.
Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyatakan Pemerintah Provinsi Sulsel bersama Forkopimda siap mengawal setiap pembangunan yang dilakukan di Sulsel, khususnya di Makassar.
Bagian dari PSN dan dikerjakan melalui kerja sama
Jalan Akses Tol MNP merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Makassar–Maros–Sungguminasa–Takalar (Mamminasata). Pengerjaannya dilakukan oleh PT Nusantara Infrastructure Tbk melalui PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebagai kontraktor pembangunan.
Direktur Utama PT Nusantara Infrastructure Tbk. Ramdani Basri menyatakan proyek ini merupakan kelanjutan komitmen perusahaan untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan melalui peningkatan konektivitas daerah, khususnya di Kota Makassar.
Ramdani menambahkan, keberadaan tol MNP diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi, distribusi logistik, memperlancar jalur ekspor-impor, serta menjadi salah satu solusi untuk mengurai kemacetan angkutan barang dengan akses langsung dari dan menuju MNP.
Konektivitas menuju pelabuhan dan proyeksi layanan peti kemas
Pelindo menyatakan akses tol yang terkoneksi dengan MNP akan meningkatkan konektivitas menuju pelabuhan dengan jalan tol yang sudah ada. Dengan adanya akses tersebut, waktu tempuh transportasi peti kemas disebut akan menjadi empat kali lebih cepat dibanding kondisi sebelum jalan akses tol dibangun.
Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang membantu kelancaran proyek akses MNP. Ia berharap akses jalan tol ini tidak hanya memangkas waktu tempuh, tetapi juga memperlancar arus logistik pelabuhan dan mendorong pertumbuhan ekonomi, baik di Makassar dan Sulawesi Selatan maupun kawasan Indonesia Timur.
Sebagai informasi, MNP Tahap 1A telah beroperasi sejak November 2018, sementara Tahap 1B dan 1C masih dalam pengerjaan. Kondisi eksisting MNP saat ini memiliki lapangan penumpukan peti kemas seluas 16 hektare dengan panjang dermaga 360 meter. Dengan hadirnya akses jalan tol MNP pada 2023, kapasitas layanan diproyeksikan mencapai 900 ribu TEUs.
Ke depan, total Tahap 1 MNP direncanakan memiliki dermaga sepanjang 1.600 meter dan lapangan penumpukan peti kemas seluas 50 hektare dengan kapasitas 2,5 juta TEUs.

