Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) menggelar kegiatan halalbihalal yang dihadiri civitas academica, alumni, serta mitra strategis. Agenda ini dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi sekaligus membahas peran perguruan tinggi dalam merespons dinamika ekonomi global.
Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., menekankan pentingnya memperkuat persaudaraan sebagai fondasi sinergi institusi. Ia berharap FEB UNAIR yang telah memasuki usia 71 tahun terus menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.
“Melalui silaturahmi ini kita perkuat persaudaraan. Jika persaudaraan kuat, maka sinergi akan semakin baik dan berdampak bagi masyarakat sekitar,” kata Madyan.
Ia juga menyoroti situasi global yang dinilai berpotensi memengaruhi perekonomian nasional, termasuk konflik geopolitik yang dapat berdampak pada harga energi dan inflasi. Menurutnya, stabilitas global diharapkan dapat mencegah tekanan ekonomi yang lebih besar di dalam negeri.
“Kita berharap kondisi dunia membaik dan konflik dapat segera berakhir, karena dampaknya terhadap harga energi dan inflasi akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FEB UNAIR Prof. Dr. Rudi Purwono, S.E., M.SE., menyebut halalbihalal juga menjadi sarana memperkuat hubungan antara civitas academica dengan alumni dan mitra strategis. Ia menilai kolaborasi tersebut penting untuk mendukung pengembangan fakultas.
“Ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga upaya memperkuat kolaborasi antara fakultas dengan alumni dan mitra strategis,” kata Rudi.
Rudi menjelaskan, FEB UNAIR terus mengembangkan program pembelajaran yang mengintegrasikan teori dan praktik dengan melibatkan alumni serta pelaku industri. Upaya ini ditujukan untuk memperkaya pengalaman mahasiswa dan menyiapkan lulusan agar siap memasuki dunia kerja maupun berwirausaha.
“Kami mendorong mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan melalui kewirausahaan,” ujarnya.
Ia juga menekankan perlunya kesiapan menghadapi tantangan global pada 2026, termasuk konflik geopolitik yang berpotensi memengaruhi sektor energi dan pangan. Rudi mendorong pemerintah mengoptimalkan kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas ekonomi.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya diversifikasi energi dan penguatan energi terbarukan sebagai langkah strategis menghadapi ketidakpastian global. “Ketergantungan pada energi fosil harus mulai dikurangi dengan memperkuat energi alternatif agar tidak rentan terhadap gejolak global,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Rudi mengimbau masyarakat untuk lebih bijak mengelola keuangan rumah tangga di tengah potensi tekanan ekonomi. Ia menyarankan agar kebutuhan diprioritaskan dibanding keinginan serta disusun perencanaan keuangan yang matang.
Melalui kegiatan ini, FEB UNAIR menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berperan sebagai institusi akademik, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung pembangunan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.