BERITA TERKINI
Harga Minyak Dunia Melonjak, Pemerintah Batasi Pembelian Pertalite dan Solar Mulai 1 April 2026

Harga Minyak Dunia Melonjak, Pemerintah Batasi Pembelian Pertalite dan Solar Mulai 1 April 2026

Harga minyak dunia kembali menguat tajam pada awal pekan, memperpanjang reli yang terjadi sepanjang 2026. Penguatan harga dipicu sentimen geopolitik dan kekhawatiran terhadap pasokan, di tengah tekanan pada sisi produksi dari kawasan produsen utama.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak Mei 2026 ditutup naik 3,25% ke US$102,88 per barel pada akhir perdagangan Senin atau Selasa pagi (31/3/2026) WIB di New York Mercantile Exchange (NYMEX). Sementara itu, minyak mentah Brent kontrak Juni 2026 menguat 1,97% ke US$107,39 per barel di Intercontinental Exchange (ICE) Futures Europe.

Secara kumulatif, pergerakan harga sepanjang 2026 tergolong agresif. WTI tercatat melonjak sekitar 80% secara year-to-date, sedangkan Brent naik sekitar 77%.

Kenaikan harga ini turut memicu respons pemerintah. Lonjakan dinilai berpotensi mendorong tekanan inflasi energi yang lebih luas, sehingga pemerintah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi skenario krisis energi global. Situasi tersebut dikaitkan dengan memanasnya konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu rantai pasok minyak dunia.

Isu ini disebut telah menjadi agenda utama dalam rapat terbatas kabinet pada 28 Maret 2026. Sebagai langkah konkret, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menerbitkan kebijakan pembatasan kuota serta segmentasi konsumen untuk pembelian BBM subsidi, yakni Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite dan Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Kepala BPH Migas Nomor 024/KOM/BPH.DBBM/2026 dan dijadwalkan mulai berlaku efektif pada 1 April 2026.