BERITA TERKINI
Harga Minyak Menguat, Brasil Hambat Perpanjangan Bebas Tarif E-Commerce WTO, India Percepat Energi Terbarukan

Harga Minyak Menguat, Brasil Hambat Perpanjangan Bebas Tarif E-Commerce WTO, India Percepat Energi Terbarukan

Perkembangan ekonomi global pada akhir Maret 2026 diwarnai oleh lonjakan harga minyak, dinamika baru dalam kebijakan perdagangan digital di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), serta langkah India mempercepat energi terbarukan untuk mengantisipasi gangguan pasokan gas.

Pada 30 Maret, harga minyak dunia menguat. Minyak mentah Brent berada di jalur menuju kenaikan bulanan rekor, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menembus level di atas US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak 2022. Pergerakan ini terjadi setelah meluasnya konflik pasukan Houthi di Yaman dengan Iran, termasuk serangan awal yang menargetkan Israel.

Di bidang perdagangan, Brasil pada 30 Maret memblokir perpanjangan perjanjian bebas tarif untuk perdagangan elektronik di WTO. Mekanisme yang berlaku sejak 1998 tersebut memungkinkan negara-negara membebaskan transaksi perdagangan elektronik lintas batas—termasuk perangkat lunak, konten digital, dan produk digital lainnya—dari tarif. Karena perpanjangan memerlukan konsensus seluruh anggota WTO, keputusan Brasil untuk tidak lagi mendukung mekanisme ini mengganggu proses perpanjangan.

Sementara itu, India mempercepat pengembangan energi terbarukan dan solusi penyimpanan listrik untuk mengurangi risiko kekurangan gas yang dipicu dampak luas krisis Timur Tengah, di tengah lonjakan permintaan listrik pada musim panas. Untuk menjaga keamanan pasokan listrik selama periode tersebut, New Delhi juga memantau kemajuan proyek pembangkit listrik tenaga batu bara dan hidroelektrik yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Juni 2026. Pejabat India menyatakan sistem tenaga listrik saat ini masih mampu memenuhi permintaan, meski terjadi penurunan pembangkit listrik berbahan bakar gas.