Harga rumah di Indonesia secara tahunan naik 3,9 persen pada Mei 2023 dibandingkan Mei 2022. Di antara sejumlah kota besar yang dipantau, Makassar mencatat kenaikan tertinggi dengan pertumbuhan harga tahunan mencapai 10,2 persen.
Business Improvement General Manager 99 Group Indonesia, Shafirra Shikka Larasati, menyebut profil pembeli potensial properti di Makassar sepanjang 2022 didominasi generasi muda berusia 25 hingga 44 tahun, yakni 76,5 persen. Kelompok usia ini dinilai berada pada fase produktif dan memiliki stabilitas keuangan serta daya beli yang lebih kuat dibanding rentang usia 18 hingga 24 tahun.
Jenis properti dan rentang harga yang diminati
Berdasarkan data 99 Group sepanjang 2022, jenis properti yang paling diminati di Makassar adalah:
- Rumah tapak: 69,5 persen
- Rumah toko (ruko): 14,6 persen
- Tanah kosong: 6,2 persen
Untuk rumah tapak, minat terbesar berada pada rentang harga di bawah Rp400 juta (41,4 persen). Selanjutnya, rumah dengan harga Rp400 juta–Rp1 miliar diminati 37,2 persen, disusul rentang Rp1–3 miliar sebesar 14 persen.
Kawasan favorit di Makassar
Sejumlah kecamatan menjadi lokasi yang paling banyak diminati pembeli, yaitu:
- Tamalate: 23,2 persen
- Makassar: 17,9 persen
- Rappocini: 14,4 persen
- Biringkanaya: 13,3 persen
- Panakkukang: 10,4 persen
Rappocini dan Panakkukang yang berada di pusat kota disebut menjadi lokasi pengembangan properti komersial dan fasilitas publik, seperti hotel, pusat perbelanjaan, universitas, serta pusat pemerintahan provinsi.
Peminat tidak hanya dari Makassar
Pasar rumah tapak di Makassar juga menarik peminat dari luar daerah. Sepanjang 2022, peminat terbesar berasal dari Makassar sendiri (59,9 persen). Sementara itu, peminat dari kota lain antara lain Jakarta (8,5 persen), Medan (4,1 persen), Palu (2,8 persen), dan Surabaya (2,4 persen).
Faktor pendorong permintaan
Menurut Larasati, tingginya permintaan di Makassar dipengaruhi dua faktor utama, yakni posisi kota sebagai pusat dengan fasilitas komersial dan publik yang lengkap, serta kedekatannya dengan pengembangan proyek properti yang dilakukan sejumlah pengembang.
Selain itu, rencana dan penyelesaian sejumlah proyek infrastruktur turut dinilai berpotensi mendorong aktivitas ekonomi kawasan, seperti rencana pembangunan Tol Mamminasata, penyelesaian Makassar New Port, serta jalur kereta api Makassar–Parepare.
Pergerakan harga di kota lain
Di luar Makassar, kota yang juga mengalami pertumbuhan harga rumah secara tahunan antara lain Bogor (8,3 persen) dan Surakarta (7,9 persen). Di kawasan Jabodetabek, kenaikan harga tahunan tercatat di Tangerang (5,3 persen), Depok (5 persen), Bekasi (4,9 persen), dan Jakarta (2,6 persen).
Sementara itu, di luar Jabodetabek, kenaikan harga tahunan juga terjadi di Surabaya (4,4 persen) dan Semarang (4 persen). Di luar Pulau Jawa, Medan naik 2,8 persen dan Denpasar 3 persen.

