JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (10/2/2026). Pada awal sesi, IHSG naik 38,894 poin atau 0,48% ke level 8.070,768, mencerminkan sentimen positif di pembukaan perdagangan.
Aktivitas transaksi pada awal perdagangan juga tercatat ramai. Frekuensi perdagangan mencapai sekitar 456.375 kali, dengan volume saham yang diperdagangkan sekitar 8,3 miliar lembar. Sementara itu, nilai transaksi diperkirakan sekitar Rp 3,6 triliun, yang menunjukkan likuiditas pasar relatif tinggi.
Penguatan IHSG di awal sesi disebut dipengaruhi sejumlah faktor. Di antaranya perbaikan teknikal yang mendorong minat beli setelah indeks sempat bergerak fluktuatif. Selain itu, mayoritas sektor saham menguat, terutama sektor komoditas dan energi yang mulai menunjukkan tanda-tanda rebound dari tekanan sebelumnya.
Sentimen dari pasar regional dan global yang cenderung lebih positif pada awal pekan turut memberikan dukungan bagi pasar domestik. Data pekan lalu juga menunjukkan IHSG sempat bergerak menguat di atas level 8.000, sehingga batas psikologis tersebut dinilai menjadi area penting bagi pelaku pasar.
Di sisi lain, pasar masih dibayangi tekanan dari sentimen global, termasuk kekhawatiran investor terkait penyesuaian indeks global yang berhubungan dengan kondisi pasar modal Indonesia. Dalam pemberitaan Reuters, disebutkan adanya diskusi lanjutan antara otoritas Indonesia dan MSCI mengenai isu transparansi serta reformasi pasar modal, yang turut menjadi perhatian pelaku pasar global.
Sejumlah analis pasar modal menilai IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dalam jangka pendek, terutama jika data perdagangan harian mendukung tren bullish dan aliran dana masuk kembali terlihat pada sejumlah saham unggulan. Analis dari sekuritas nasional juga menilai sinyal teknikal jangka pendek mengarah pada rebound, seiring indeks yang sempat turun tajam pada pekan sebelumnya namun mulai terlihat aksi akumulasi oleh investor ritel dan institusi domestik.
Meski demikian, analis mengingatkan bahwa sentimen global—termasuk keputusan lembaga pemeringkat dan dinamika indeks regional Asia—masih berpotensi memicu volatilitas dalam beberapa hari ke depan.
Pembukaan perdagangan Selasa di BEI mencerminkan optimisme investor dengan penguatan IHSG dan transaksi yang aktif. Namun, pelaku pasar tetap mencermati perkembangan eksternal yang dapat memengaruhi pergerakan indeks sepanjang pekan ini.

