Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan Senin (9/3) seiring meningkatnya sentimen negatif global yang dipicu eskalasi perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran. Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan tekanan pada IHSG masih dipengaruhi dampak lanjutan dari konflik tersebut.
Menurut Nafan, eskalasi perang mendorong lonjakan harga minyak dunia dan membuat investor global mengambil sikap risk off, yakni mengurangi kepemilikan aset berisiko dan beralih ke aset safe haven. “Pergerakan IHSG masih dipengaruhi sentimen negatif dari perang AS dengan Iran yang mendorong investor global mengurangi risk appetite dan beralih ke aset safe haven,” ujarnya.
Pada Senin (9/3) pukul 10.17 WIB, harga minyak dunia jenis WTI tercatat naik 24,51 persen ke level 113,18 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak jenis Brent naik 23,06 persen ke level 114,06 dolar AS per barel.
Nafan menilai lonjakan harga minyak meningkatkan risiko inflasi di tingkat global. Kondisi tersebut berpotensi membuat suku bunga global bertahan di level tinggi dalam waktu lebih lama. Selain itu, kenaikan harga minyak juga dapat menekan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan harga bahan bakar dan biaya produksi.
Dari dalam negeri, Nafan menyebut keputusan Fitch Ratings menurunkan outlook kredit Indonesia dari “stable” menjadi “negative” turut memunculkan kekhawatiran investor. Menurutnya, hal itu berkaitan dengan persepsi pasar terhadap arah kebijakan fiskal dan stabilitas makro pemerintah.
Dengan kombinasi sentimen global dan domestik tersebut, Nafan merekomendasikan pelaku pasar bersikap selektif dalam mengalokasikan investasi. Ia menyarankan fokus pada saham berfundamental solid, valuasi murah, serta saham yang menunjukkan sinyal pembalikan tren, dengan tetap menerapkan manajemen risiko secara disiplin.
Data perdagangan sesi I pada Senin (9/3) pukul 10.17 WIB menunjukkan IHSG melemah 307,52 poin atau 4,05 persen ke posisi 7.278,16. Pelemahan ini terjadi sejalan dengan tekanan di sejumlah bursa saham Asia.
Pada waktu yang sama, indeks Nikkei melemah 3.880,30 poin atau 6,98 persen ke 51.7401,00. Indeks Shanghai turun 48,18 poin atau 1,17 persen ke 4.076,35, indeks Hang Seng melemah 680,15 poin atau 2,64 persen ke 25.077,98, dan indeks Straits Times turun 129,75 poin atau 2,68 persen ke 4.718,98.

