Sejumlah analis menilai koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjadi seiring menguatnya sentimen risk-off global di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang masih berlanjut. Kondisi tersebut mendorong investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko.
Analis Fundamental BRI Danareksa, Abida Massi Armand, mengatakan investor cenderung menghindari aset berisiko, termasuk saham di pasar negara berkembang seperti Indonesia. Menurutnya, situasi global yang memanas membuat pelaku pasar bersikap lebih defensif.
Di saat yang sama, lonjakan harga minyak mentah di pasar global turut memperbesar kekhawatiran pasar. Harga minyak mentah tercatat naik 26,29% dan menyentuh level tertinggi sejak tiga tahun terakhir, yakni US$116 per barel pada pukul 09.54, Senin (9/6/2026).
“Kondisi tersebut memicu kekhawatiran inflasi global dan membuat investor lebih defensif,” kata Abida saat dihubungi, Senin (9/6/2026).

