BERITA TERKINI
IHSG Tertekan Sentimen Global, BEI Tegaskan Infrastruktur dan Aturan Siap Hadapi Dinamika Pasar

IHSG Tertekan Sentimen Global, BEI Tegaskan Infrastruktur dan Aturan Siap Hadapi Dinamika Pasar

Jakarta — Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan terus memantau dinamika industri pasar modal yang tengah terguncang oleh perkembangan geopolitik global. Pada perdagangan Senin (9/3/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam.

IHSG sempat menyentuh level terendah dengan koreksi hingga 5,2% ke posisi 7.156. Namun, pelemahan kemudian berkurang menjadi 3,27% atau turun 248 poin ke level 7.337,37.

Tekanan jual terlihat dominan di pasar saham domestik. Sebanyak 708 saham tercatat melemah, 68 saham menguat, dan 41 saham tidak bergerak. Seluruh sektor perdagangan melemah, dengan koreksi terdalam terjadi pada sektor infrastruktur dan industri.

Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi mencapai Rp 23,77 triliun. Total volume perdagangan tercatat 46,64 miliar saham dengan 1,62,471 juta kali transaksi.

Penjabat sementara (Pjs.) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan BEI sebagai regulator pasar modal siap menghadapi tekanan yang muncul akibat sentimen global. Menurutnya, sistem infrastruktur dan peraturan di bursa telah dipersiapkan untuk merespons dinamika yang terjadi.

“Sistem infrastruktur dan peraturan di bursa kita sudah siap untuk menghadapi dinamika pasar yang sedang ada,” ujar Jeffrey saat ditemui di gedung BEI Jakarta, Senin (9/3/2026).

Jeffrey menjelaskan pelemahan IHSG saat ini dipicu faktor eksternal yang memunculkan ketidakpastian tinggi. Ia menegaskan dampak sentimen tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga dirasakan pasar modal global.

Ia juga menyinggung bahwa fenomena penurunan tajam pernah terjadi sebelumnya, ketika Amerika Serikat mengeluarkan kebijakan yang tidak diantisipasi publik. Menurutnya, tekanan pasar pada periode tersebut bahkan lebih buruk dibanding kondisi hari ini.