BERITA TERKINI
IMF: Perang AS-Israel Melawan Iran Berisiko Picu Guncangan Ekonomi Global

IMF: Perang AS-Israel Melawan Iran Berisiko Picu Guncangan Ekonomi Global

Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran berpotensi memicu guncangan ekonomi global yang luas. Risiko tersebut dinilai dapat memperburuk prospek pemulihan ekonomi dunia yang sebelumnya mulai membaik setelah serangkaian krisis.

IMF menyoroti dampak paling besar dapat dirasakan negara-negara di Afrika dan Asia yang sangat bergantung pada impor minyak. Dengan pasokan energi yang kian sulit diperoleh dan harga yang terus meningkat, tekanan terhadap stabilitas ekonomi kawasan berkembang diperkirakan menguat.

Menurut IMF, arah dampak konflik cenderung mengarah pada kombinasi harga yang lebih tinggi dan pertumbuhan yang lebih lambat. Besarnya gangguan terhadap rantai pasok global dan infrastruktur, kata IMF, akan sangat bergantung pada durasi perang. Namun lembaga itu menilai dunia berisiko menghadapi ketidakpastian berkepanjangan, dengan harga energi tetap tinggi dan inflasi yang sulit dikendalikan di tengah meningkatnya risiko geopolitik.

Di pasar energi, harga minyak mentah Brent dilaporkan melonjak hingga mendekati US$115 per barel pada perdagangan awal pekan, seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, termasuk pengerahan pasukan Amerika Serikat.

IMF juga menilai dampak konflik tidak berhenti pada sektor energi. Kenaikan harga pangan dan pupuk disebut mulai dirasakan di berbagai negara, dari Timur Tengah hingga Amerika Latin. Negara berpendapatan rendah menjadi kelompok paling rentan karena porsi belanja rumah tangga untuk makanan jauh lebih besar dibanding negara lain.

Dalam tulisannya, IMF menyebut rata-rata sekitar 36% pengeluaran masyarakat di negara berpendapatan rendah digunakan untuk makanan, dibandingkan 20% di negara berkembang dan 9% di negara maju. IMF menambahkan, gangguan pasokan nutrisi tanaman dari kawasan Teluk terjadi pada periode krusial menjelang musim tanam di belahan bumi utara, yang berpotensi menekan produksi pertanian global sepanjang tahun dan meningkatkan risiko krisis pangan.

IMF menyatakan akan merilis laporan lengkap mengenai prospek ekonomi global pada bulan depan, bertepatan dengan pertemuan musim semi IMF dan Bank Dunia di Washington, yang akan dihadiri para menteri keuangan serta gubernur bank sentral dari berbagai negara.