Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan konflik yang berlangsung di Timur Tengah berpotensi berdampak luas terhadap perekonomian dunia. Peringatan itu disampaikan di tengah eskalasi yang masih berlangsung dan meluasnya pihak-pihak yang terlibat dalam konflik.
Sebelumnya, Wakil Direktur Pelaksana IMF Daniel Katz telah menyampaikan peringatan serupa. Dalam acara Milken Institute Future of Finance di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (3/3/2026), Katz meminta negara-negara bersiap menghadapi kemungkinan dampak negatif konflik Timur Tengah terhadap ekonomi global.
Katz menyebut konflik dapat memengaruhi berbagai indikator, termasuk inflasi dan pertumbuhan. Namun, ia menekankan masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan yang pasti. Katz juga mengingatkan agar tidak berlebihan mengkhawatirkan situasi tersebut, karena jika perang berakhir lebih cepat, kondisi ekonomi global dinilai bisa kembali pulih.
Di sisi lain, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menyatakan lembaganya terus memantau perkembangan konflik di Timur Tengah. Menurutnya, konflik kini tidak hanya melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, tetapi juga telah menyeret negara-negara lain, termasuk Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, Lebanon, dan pihak-pihak terkait.
Georgieva menambahkan, IMF akan melakukan sejumlah kajian mengenai dampak konflik di kawasan tersebut terhadap ekonomi global. Hasil kajian itu direncanakan dipublikasikan dalam dokumen World Economic Outlook pada April 2026.
Sementara itu, agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dilaporkan masih berlanjut. Serangan terbaru terjadi pada Rabu (4/3/2026) malam waktu setempat, ketika Israel kembali menyerang Ibu Kota Iran, Tehran, serta melancarkan serangan ke Beirut, Lebanon. Serangan ke Lebanon disebut sebagai respons atas aksi milisi Hizbullah yang membantu Iran menyerang Amerika Serikat dan Israel.
Iran juga disebut terus melakukan serangan balasan terhadap Amerika Serikat dan Israel. Pada Selasa sebelumnya, Iran menyerang Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh, Arab Saudi, yang mengakibatkan kerusakan dan kebakaran di kompleks kedutaan. Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, juga dilaporkan terkena serangan.
Selain itu, Iran melancarkan serangan ke sejumlah kota besar di Israel, termasuk Tel Aviv dan Beit Shemesh. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan belasan orang.

