YOGYAKARTA — Intan Widhihastuti dikenal sebagai perempuan yang menekuni jasa interior dan konstruksi, bidang yang kerap didominasi laki-laki. Pendiri PT Bangun Intan Berjaya (BIB Interior) ini memulai langkahnya bukan dari latar pendidikan desain, melainkan dari ilmu ekonomi serta pengalaman kerja lintas bidang yang membentuk mental wirausaha sejak dini.
Perempuan kelahiran Solo tersebut menempuh pendidikan akuntansi di Yogyakarta, kemudian bekerja sebagai pegawai perbankan. Di masa mudanya, ia juga sempat mengikuti ajang Putri Indonesia 2005 dan menjadi runner-up duta D.I. Yogyakarta.
Meski demikian, dunia usaha bukan hal baru baginya. Sejak kecil, Intan kerap membantu usaha ayahnya, terutama dalam pembukuan. Dari pengalaman itu, ia mengaku mulai memahami alur bisnis, termasuk mengenal material dan proses kerja di bidang konstruksi.
“Sejak kuliah saya sudah biasa mengerjakan pembukuan usaha bapak, jadi sedikit banyak paham material dan alur kerja,” ujarnya.
Pengalaman di perbankan juga memperluas jejaringnya. Dalam pekerjaannya, Intan sering menjadi penghubung antara nasabah dan pelaku usaha konstruksi. Dari situ, ia mulai mencari proyek secara mandiri.
Perjalanan bisnisnya sempat diwarnai kerja sama dengan rekan lama, namun tidak selalu berjalan mulus. Setelah menghadapi berbagai dinamika, Intan memutuskan berdiri sendiri dan mendirikan PT Bangun Intan Berjaya pada 2013.
Dengan modal terbatas, ia membangun perusahaan dari satu karyawan. Seiring waktu, usaha itu berkembang menjadi beberapa unit bisnis, termasuk BIB Interior dan Gudang Wallpaper Jogja. Perusahaan berfokus pada layanan jasa interior di Yogyakarta untuk klien ritel maupun institusi.
“Saya merasa passion saya justru ketemu di interior, karena di situ kreativitas dan logika bisnis bertemu,” katanya.
Intan mengakui perjalanannya tidak lepas dari tantangan, mulai dari proyek bermasalah hingga tekanan berat saat pandemi. Namun, ia memilih bertahan dan menjadikan kegagalan sebagai bahan pembelajaran.
“Kalau sudah terlanjur nyemplung, mau tidak mau harus jalan dan bertanggung jawab,” ucapnya.
Kini, BIB Interior disebut telah menangani berbagai proyek dari instansi pemerintah maupun swasta, tidak hanya di Yogyakarta tetapi juga di sejumlah daerah lain. Dalam menjalankan usaha, Intan menekankan pentingnya membangun hubungan jangka panjang dengan klien, bukan semata mengejar banyaknya proyek.
Menurutnya, kepercayaan menjadi aset utama dalam bisnis jasa interior yang menuntut ketelitian serta memiliki ekspektasi tinggi dari klien.
Di akhir perbincangan, Intan menyampaikan pesan bagi perempuan muda yang ingin berwirausaha. Ia menekankan pentingnya kemandirian dan keberanian untuk terus mengembangkan diri.
“Perempuan harus punya value dan tidak menggantungkan masa depan sepenuhnya pada orang lain. Terus belajar, peka terhadap peluang, dan jangan mudah menyerah,” katanya.

