BERITA TERKINI
Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno Ajak Mahasiswa BINUS @Bandung Dorong Transisi Energi Terbarukan

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno Ajak Mahasiswa BINUS @Bandung Dorong Transisi Energi Terbarukan

Upaya menjaga hak masyarakat atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat kembali menjadi perhatian dalam diskusi publik. Dampak perubahan iklim dinilai tidak hanya menyentuh aspek ekologis, tetapi juga berpengaruh pada stabilitas ekonomi, keberlanjutan industri, dan kualitas hidup.

Isu tersebut menjadi tema dalam Seminar Kebangsaan “MPR Goes to Campus” yang digelar di BINUS @Bandung Kampus Paskal, Selasa (3/3). Kegiatan ini menghadirkan Wakil Ketua MPR RI Dr. Eddy Soeparno, S.H., M.H., untuk membahas peran generasi muda, dunia pendidikan, dan dunia usaha dalam mendorong transisi energi terbarukan.

Dalam seminar itu, isu lingkungan diposisikan sebagai bagian dari hak konstitusional warga negara. Pasal 28H ayat (1) UUD NRI 1945 menyatakan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, serta memperoleh lingkungan hidup yang baik dan sehat. Berangkat dari amanat tersebut, transisi menuju energi terbarukan disebut sebagai agenda kebangsaan yang perlu dipahami, dipercepat, dan didukung lintas sektor.

Eddy Soeparno menekankan pentingnya pendidikan dan partisipasi publik. Ia menyebut forum “MPR Goes to Campus” tidak hanya menjadi ruang edukasi, tetapi juga ajakan kepada mahasiswa untuk meningkatkan kepedulian terhadap isu lingkungan hidup dan hak atas udara yang sehat sebagaimana diamanatkan konstitusi.

“Hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat serta udara bersih merupakan hak setiap warga negara sebagaimana tercantum dalam Pasal 28H UUD NRI 1945. Oleh karena itu, percepatan transisi menuju energi terbarukan menjadi langkah penting yang harus didorong secara bersama oleh pemerintah, dunia usaha, dan generasi muda,” ujar Eddy.

Ia berharap seminar menjadi ruang tukar gagasan dan saluran masukan dari civitas academica—mahasiswa, dosen, dan peneliti—terkait arah kebijakan pengembangan energi terbarukan yang lebih presisi dan implementatif. Eddy juga mengajak mahasiswa berperan aktif mendorong solusi inovatif, termasuk dalam pengembangan teknologi dan model bisnis yang berkelanjutan.

Dari pihak kampus, Campus Director BINUS @Bandung Dr. Johan Muliadi Kerta, S.Kom., M.M., menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran sebagai simpul penggerak perubahan melalui dialog, riset, dan kolaborasi dalam menjawab tantangan transisi energi.

“BINUS @Bandung berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang diskusi dan kolaborasi yang mendorong mahasiswa memahami tantangan global, termasuk isu transisi energi dan keberlanjutan lingkungan. Melalui forum seperti ini, mahasiswa tidak hanya belajar secara akademis, tetapi juga didorong untuk berpikir kritis dan solutif terhadap berbagai permasalahan nyata di masyarakat,” kata Johan.

Deputy Campus Director bidang Academic, Research & Student Development, Dr. Rudy Aryanto, S.E., M.M., menambahkan perspektif akademik terkait relevansi lintas disiplin—mulai dari teknologi, kebijakan, hingga model bisnis—agar solusi transisi energi dapat berjalan saling menopang dan berdampak.

Diskusi juga menyoroti pentingnya penggunaan teknologi yang efisien serta peran generasi muda dalam mendorong inovasi. Berbagai gagasan yang muncul diharapkan dapat memperkaya arah kebijakan dan mendorong langkah-langkah praktis yang dapat diimplementasikan secara bertahap.

Melalui penyelenggaraan seminar tersebut, BINUS @Bandung menyatakan harapannya agar forum ini menjadi wadah kolaboratif untuk memperkuat peran generasi muda dalam mendukung percepatan transisi energi menuju sumber yang lebih bersih dan berkelanjutan. Sinergi antara lembaga negara dan institusi pendidikan juga diharapkan dapat menghasilkan gagasan serta solusi yang lebih komprehensif dalam menghadapi tantangan krisis iklim.

BINUS @Bandung turut menekankan perannya dalam menghubungkan kajian teknologi, kebijakan publik, dan pemikiran kewirausahaan. Kolaborasi strategis dengan MPR RI, pemerintah daerah, dan dunia usaha dalam forum tersebut disebut sebagai upaya menjembatani ilmu, kebijakan, dan pasar agar berdampak bagi masyarakat.