Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (HIMA EKIS FEB UNAIR) menggelar IWI Talks 2025 bertajuk Building Financial Independence through Sharia Investment in the Digital Era pada Senin (13/10/2025). Kegiatan berlangsung di Aula Miendrowo Lantai 3 Kampus Dharmawangsa-B dan ditujukan untuk meningkatkan literasi serta kemandirian finansial mahasiswa melalui praktik investasi syariah digital menggunakan aplikasi Bibit. Inisiatif ini juga disebut selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-8, yakni Decent Work and Economic Growth.
Dalam sesi pemaparan, Ahsan mengingatkan peserta agar berhati-hati memilih instrumen investasi digital. Ia menekankan pentingnya menggunakan aplikasi sekuritas resmi yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjaga keamanan dana sekaligus menghindari potensi penipuan. Menurutnya, memastikan legalitas dan kredibilitas platform merupakan langkah awal sebelum mulai berinvestasi.
“Gunakan aplikasi sekuritas biar aman. Kalau ada yang ngiming-ngiming return-nya cepat dan fix, itu biasanya ciri-ciri investasi bodong,” ujar Ahsan. Ia menambahkan, literasi keuangan perlu terus ditingkatkan agar masyarakat, khususnya mahasiswa, tidak mudah tergiur janji keuntungan besar tanpa memahami risikonya.
Ahsan juga menyoroti fenomena fear of missing out (FOMO) yang kerap dialami generasi muda saat berinvestasi. Ia menjelaskan, investor pemula sering terburu-buru membeli instrumen hanya karena mengikuti tren ketika pasar sedang naik, tanpa analisis yang memadai.
“Kalau kita maksain masuk ke instrumen yang sudah tinggi, bakal rugi,” jelasnya. Ia menekankan pentingnya melakukan riset dan memahami kondisi pasar sebelum mengambil keputusan, agar langkah investasi didasarkan pada pertimbangan logis dan rasional, bukan dorongan emosi atau tren sesaat.
Melalui IWI Talks 2025, HIMA EKIS FEB UNAIR berupaya memperkuat literasi keuangan syariah di kalangan mahasiswa. Forum ini membekali peserta dengan pemahaman mengenai investasi yang aman dan sesuai syariat, sekaligus mendorong mahasiswa untuk lebih bijak mengelola keuangan di era digital.

