London – Nestlé, produsen makanan dan minuman terbesar di dunia, mengumumkan rencana untuk melepas bisnis es krimnya kepada mitra usaha patungan, Froneri. Divisi tersebut menaungi sejumlah merek, termasuk Häagen-Dazs dan Drumstick, dengan nilai yang ditaksir hampir 1 miliar franc Swiss atau sekitar US$ 1,3 miliar.
Nestlé menyatakan penjualan merek-merek tersebut kepada Froneri yang berbasis di Inggris ditargetkan rampung dalam kurun satu tahun ke depan. Meski demikian, Nestlé akan tetap menjadi bagian dari usaha patungan tersebut.
Pengumuman ini sempat mendorong saham Nestlé naik sekitar 3% pada perdagangan pagi di Zurich, sebelum memangkas sebagian kenaikannya.
Langkah pelepasan bisnis es krim diambil di tengah upaya Nestlé menyederhanakan operasional dan mendorong penjualan di bawah kepemimpinan CEO baru, Philipp Navratil. Navratil menggantikan Laurent Freixe pada September, setelah Freixe diberhentikan karena menjalin hubungan pribadi dengan rekan kerjanya.
Dalam laporan kinerja tahunan, Nestlé menyebut akan memfokuskan bisnis pada empat lini utama, yakni kopi, perawatan hewan peliharaan, nutrisi, serta makanan dan camilan. Portofolio Nestlé mencakup produk seperti Nespresso dan KitKat.
“Kami memfokuskan portofolio pada empat bisnis utama yang dipimpin merek-merek terkuat kami,” ujar Navratil dalam keterangan resmi.
Dalam paparan kepada wartawan, Navratil mengatakan enam merek es krim yang dimiliki Nestlé dinilai menjadi distraksi dari portofolio utama perusahaan yang mencakup sereal, kopi, kembang gula, hingga makanan beku. Menurut dia, merek-merek tersebut tidak memiliki skala global yang memadai untuk mendorong pertumbuhan secara optimal.
Froneri dibentuk sekitar satu dekade lalu melalui kemitraan Nestlé dan produsen es krim Inggris R&R. Pada 2019, Nestlé juga telah menjual unit es krimnya di Amerika Serikat kepada Froneri senilai US$ 4 miliar.
Nestlé bukan satu-satunya perusahaan barang konsumsi yang melepas bisnis es krim. Unilever sebelumnya memisahkan unit es krimnya pada Desember dan membentuk perusahaan baru bernama The Magnum Ice Cream Company, yang kini disebut sebagai bisnis es krim terbesar di dunia. Langkah tersebut dilakukan untuk memfokuskan portofolio pada produk yang lebih sedikit dan lebih strategis.

