BERITA TERKINI
Kadin Apresiasi Upaya Prabowo Dorong Kerja Sama Dagang RI-AS di Washington

Kadin Apresiasi Upaya Prabowo Dorong Kerja Sama Dagang RI-AS di Washington

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang mempromosikan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) dalam agenda kunjungan di Washington DC.

Pernyataan itu disampaikan Anindya usai menghadiri acara Gala Iftar Dinner in Honor of H.E. Prabowo Subianto, President of the Republic of Indonesia, di Washington DC, Rabu (18/2) waktu setempat. Dalam keterangannya pada Jumat (20/2/2026), Anindya mengatakan Prabowo mendorong rencana penandatanganan kerja sama perdagangan yang ditujukan untuk menyeimbangkan sekaligus meningkatkan perdagangan kedua negara.

Menurut Anindya, inisiatif tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki keseimbangan neraca dagang, tetapi juga membuka peluang peningkatan volume perdagangan Indonesia-AS. Ia juga menilai Prabowo memberi perhatian pada penguatan investasi dua arah.

“Tapi yang paling penting ialah Indonesia diakui sebagai negara yang stabil, negara yang aman, negara yang berkembang. Bukan hanya berkembang, tetapi berkembang secara inklusif, mengangkat kesejahteraan masyarakat secara umum,” ujar Anindya.

Anindya berpandangan langkah itu berpotensi menjadi terobosan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi global. Ia menilai hubungan dengan AS sebagai salah satu mitra dagang utama perlu dijaga, tanpa mengesampingkan kemitraan dengan negara lain.

“Saya melihat ini bisa memberikan suatu gebrakan besar, di mana Indonesia tetap kuat berhubungan baik dengan Amerika yang merupakan trading partner kedua terbesar, tapi juga tetap kuat dengan negara-negara lain,” katanya.

Anindya menambahkan Kadin siap mendukung diplomasi ekonomi pemerintah agar dunia usaha nasional dapat memanfaatkan peluang kerja sama secara optimal.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menegaskan Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat, rekam jejak fiskal yang kredibel, serta tidak pernah gagal membayar utang sepanjang sejarahnya.

“Kami telah mengelola perekonomian kami dengan bijaksana selama bertahun-tahun. Kami tidak pernah gagal bayar, sekali pun dalam sejarah kami. Kami tidak pernah gagal membayar utang kami. Bahkan pemerintahan berikutnya, pemerintah-pemerintah berikutnya akan selalu menghormati utang-utang pemerintah sebelumnya, meskipun mungkin mereka adalah lawan yang sangat kuat satu sama lain,” ujar Prabowo dalam sambutannya pada acara Gala Iftar Dinner Business Summit di U.S. Chamber of Commerce, Washington DC, Rabu (18/2/2026).

Prabowo juga mengakui Indonesia masih menghadapi tantangan besar, termasuk kemiskinan, kelaparan, dan persoalan gizi anak. Namun, ia menegaskan pendekatannya adalah menghadapi persoalan secara langsung dan mencari solusi terbaik.

“Saya berpendapat bahwa masalah harus diselesaikan secara langsung. Kita harus memiliki keberanian untuk mengakui kelemahan kita dan melakukan yang terbaik untuk mencari solusi terbaik,” kata Prabowo.