BERITA TERKINI
Kemenkeu: Restrukturisasi, digitalisasi, dan pengawasan ketat dorong pendapatan negara 2025 capai target lebih cepat

Kemenkeu: Restrukturisasi, digitalisasi, dan pengawasan ketat dorong pendapatan negara 2025 capai target lebih cepat

Wakil Menteri Keuangan Cao Anh Tuan menjelaskan sejumlah faktor yang membuat sektor keuangan mampu membukukan hasil penerimaan anggaran negara yang positif pada 2025, termasuk pencapaian target yang lebih cepat dari jadwal pada November 2025.

Menurut Cao Anh Tuan, tahun 2025 menjadi tonggak penting dalam restrukturisasi dan peningkatan efisiensi aparatur administrasi. Namun, pada saat yang sama, tahun tersebut juga diwarnai berbagai kesulitan dan tantangan baru akibat perubahan cepat situasi global dan regional, ketidakpastian domestik, serta dampak berat bencana alam seperti badai dan banjir di banyak daerah yang menghambat produksi dan kegiatan usaha masyarakat maupun perusahaan.

Ia menyebut, proses reorganisasi unit administrasi dan restrukturisasi aparatur organisasi sesuai arahan pemerintah pusat menuntut kemampuan untuk cepat menstabilkan personel, memperbaiki proses, dan meningkatkan efektivitas metode manajemen. Di sisi lain, percepatan transformasi digital, peningkatan kualitas layanan publik, serta penguatan manajemen berbasis data turut menghadirkan tantangan baru.

Dalam kondisi tersebut, sektor keuangan harus menjalankan dua tugas sekaligus: merestrukturisasi dan menstabilkan aparatur pengelolaan pendapatan agar sesuai dengan model organisasi baru, serta memastikan pelaksanaan tugas pengumpulan pendapatan anggaran negara tetap berhasil di tengah situasi ekonomi yang bergejolak.

Cao Anh Tuan menyatakan sektor keuangan tetap berpegang pada tujuan, menjaga disiplin fiskal, dan berinovasi dalam metode manajemen agar adaptif terhadap konteks baru. Ia juga menekankan peran arahan ketat dari pemerintah dan perdana menteri, koordinasi antarkementerian dan sektor, serta upaya proaktif pemerintah daerah dalam menjalankan tugas pengumpulan pendapatan.

Dengan keterlibatan yang tersinkronisasi dari seluruh sistem, total pendapatan anggaran negara pada 2025 dinilai mencapai hasil positif. Selain mencapai target lebih cepat dari jadwal, capaian tersebut juga disebut sejalan dengan arahan Perdana Menteri untuk “berupaya meningkatkan pendapatan anggaran negara setidaknya 25% dibandingkan dengan angka yang diproyeksikan”.

Untuk mendukung target itu, sektor keuangan menerapkan solusi komprehensif dalam pengelolaan penerimaan di seluruh tahapan, mulai dari pengelolaan wajib pajak, pendapatan, pengeluaran, dan faktur; pencegahan kehilangan penerimaan; penagihan utang pajak; pengelolaan restitusi pajak pertambahan nilai; hingga percepatan pelaksanaan rencana inspeksi dan audit serta target penagihan utang.

Di bidang administrasi, sektor ini terus meninjau dan menyederhanakan prosedur, sekaligus mendorong modernisasi serta transformasi digital dalam manajemen pajak. Tujuannya agar pemungutan pajak berlangsung akurat, lengkap, dan tepat waktu, sembari menjaga keseimbangan anggaran negara.

Cao Anh Tuan menuturkan sektor pajak secara bertahap membentuk ekosistem manajemen pajak elektronik yang mencakup pendaftaran, deklarasi, pembayaran, dan pengembalian dana, termasuk penggunaan faktur elektronik dan layanan digital bagi wajib pajak. Bersamaan dengan itu, penguatan penerapan teknologi informasi, big data, dan kecerdasan buatan dilakukan untuk mengelola faktur, mengontrol sumber pendapatan, mendeteksi serta mencegah kecurangan dengan cepat, dan memerangi penggelapan pajak.

Ia menambahkan, koordinasi dan berbagi data dengan kementerian dan lembaga terkait juga didorong untuk meningkatkan efisiensi manajemen sekaligus berkontribusi pada terciptanya lingkungan bisnis yang transparan, adil, dan menguntungkan bagi perusahaan.

Selain penguatan sistem, sektor perpajakan juga memfokuskan upaya pada pemanfaatan sumber pendapatan potensial. Langkah ini dilakukan melalui koordinasi dengan instansi terkait untuk meningkatkan pengelolaan penerimaan dan memerangi kehilangan pendapatan di sektor usaha rumah tangga, serta menerapkan solusi komprehensif untuk mendukung perekonomian swasta sesuai Resolusi No. 68-NQ/TW Politbiro. Dalam kerangka tersebut, metode pengelolaan diarahkan beralih dari cara tradisional menuju pengelolaan berbasis platform digital, big data, dan sistem faktur elektronik guna mengendalikan pendapatan, memperketat pengelolaan sumber penerimaan, serta menciptakan kondisi yang lebih mendukung bagi usaha rumah tangga dan perorangan.