Ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan dunia mulai memberi tekanan terhadap perekonomian global. Dampaknya terlihat pada perlambatan pertumbuhan ekonomi, meningkatnya inflasi, serta bertambahnya ketidakpastian di sektor perdagangan internasional.
International Monetary Fund (IMF) menilai perekonomian global masih menghadapi tantangan akibat konflik geopolitik. Selain itu, kebijakan suku bunga tinggi dan gangguan rantai pasok turut memengaruhi stabilitas ekonomi dunia.
Dalam laporan resminya, IMF menyebut pertumbuhan ekonomi global tidak sekuat pada periode pandemi. Kondisi ini dipengaruhi ketegangan antarnegara, fluktuasi harga energi, serta inflasi yang masih tinggi di sejumlah negara.
World Bank melalui laporan Global Economic Prospects menyoroti dampak ketidakpastian ekonomi terhadap negara berkembang. Negara berkembang dinilai paling rentan menghadapi tekanan ekonomi global di tengah berbagai ketidakpastian yang terjadi.
Tekanan tersebut berpotensi memengaruhi investasi, aktivitas perdagangan, serta stabilitas ekonomi domestik di berbagai negara berkembang. Dampak ekonomi global juga dapat menekan pertumbuhan ekonomi nasional apabila tidak diantisipasi.
Sementara itu, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menyoroti kebijakan moneter ketat yang diterapkan sejumlah bank sentral dunia. Kebijakan suku bunga tinggi ditempuh untuk menekan inflasi yang masih berlangsung di berbagai negara.
Namun, kebijakan tersebut juga berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi global dalam jangka waktu tertentu. Karena itu, keseimbangan kebijakan ekonomi dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dunia.
Sejumlah ekonom menilai pemerintah perlu memperkuat kebijakan ekonomi domestik guna menghadapi tekanan dari dinamika global. Langkah ini diarahkan untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.
Penguatan dapat dilakukan melalui dukungan terhadap sektor riil dan usaha kecil menengah, serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Meski tantangan masih besar, peluang pemulihan ekonomi global dinilai tetap terbuka.
Pemulihan dapat terjadi apabila stabilitas geopolitik membaik dan inflasi dapat dikendalikan secara bertahap.

