PT Charnic Capital Tbk (NICK) membukukan pertumbuhan kinerja keuangan yang kuat sepanjang tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Laporan audit tahunan menunjukkan kenaikan signifikan pada aset, lonjakan pendapatan, serta peningkatan laba bersih yang terutama ditopang oleh keuntungan investasi portofolio efek.
Aset meningkat, kas melonjak
Per 31 Desember 2025, total aset NICK tercatat Rp314,43 miliar, naik 52,93% dibandingkan posisi 31 Desember 2024 sebesar Rp205,61 miliar. Kenaikan ini terutama berasal dari pertumbuhan aset lancar yang meningkat 47,87% menjadi Rp276,93 miliar.
Pendorong utama aset lancar adalah kas dan setara kas, yang melonjak dari Rp91,91 miliar menjadi Rp188,62 miliar. Sementara itu, aset tidak lancar tercatat Rp37,50 miliar, naik 104,58%, didorong penambahan aset tetap dan properti investasi.
Liabilitas rendah, ekuitas menguat
Dari sisi kewajiban, total liabilitas perusahaan mencapai Rp2,91 miliar pada akhir 2025, naik 37,74% dari Rp2,12 miliar pada akhir 2024. Liabilitas jangka pendek tercatat Rp2,83 miliar, meningkat 44,07% seiring kenaikan utang lain-lain dan jaminan sewa.
Adapun liabilitas jangka panjang berada di Rp82,54 juta, turun 45,02% dari Rp150,12 juta pada tahun sebelumnya, yang mencerminkan penurunan liabilitas imbalan kerja.
Di saat yang sama, total ekuitas tercatat Rp311,52 miliar, naik 53,09% dibandingkan 31 Desember 2024. Penguatan ekuitas ini didorong oleh peningkatan saldo laba dari hasil usaha tahun berjalan.
Pendapatan melejit 1.610%
Sepanjang 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp110,13 miliar atau naik 1.610% (year-on-year/YoY) dibandingkan 2024 sebesar Rp6,44 miliar. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh keuntungan investasi portofolio efek (neto) yang meningkat menjadi Rp95,42 miliar dari Rp2,14 miliar pada tahun sebelumnya, serta adanya pendapatan dari penjualan barang.
Laba bersih Rp108,27 miliar, EPS naik tajam
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp108,27 miliar, meningkat dari Rp8,36 miliar pada 2024. Perubahan ini dikaitkan dengan realisasi keuntungan investasi portofolio efek serta keuntungan selisih kurs (neto).
Sejalan dengan kenaikan laba, earnings per share (EPS) tercatat Rp166,27, meningkat dari Rp12,84 pada tahun sebelumnya.
Rasio likuiditas sangat tinggi, utang minim
Rasio likuiditas menunjukkan posisi kas dan aset lancar yang kuat. Current ratio tercatat 97,82x dan quick ratio 97,39x, mencerminkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek dengan ruang likuiditas yang sangat longgar.
Dari sisi profitabilitas, margin laba kotor tercatat 93,60% dan margin laba bersih 98,31%, yang menggambarkan tingginya kontribusi pendapatan berbasis investasi serta dukungan pendapatan lain seperti keuntungan selisih kurs.
Untuk pengembalian, return on assets (ROA) berada di 34,43% dan return on equity (ROE) 34,75%. Sementara itu, debt to equity ratio (DER) tercatat 0,009x, menunjukkan ketergantungan pada utang yang sangat rendah.
Valuasi pasar: PER 7,16x dan PBV 2,49x
Berdasarkan harga penutupan saham Rp1.190 per 13 Februari 2026, price to earnings ratio (PER) tercatat 7,16x. Adapun price to book value (PBV) berada di 2,49x, dengan nilai buku per saham Rp478,41.
Gambaran umum
Secara keseluruhan, kinerja 2025 mencerminkan pertumbuhan yang ditopang oleh realisasi keuntungan portofolio efek dan posisi neraca yang solid, ditandai likuiditas tinggi serta struktur permodalan dengan utang yang sangat kecil. Namun, karena pendapatan investasi berpotensi berfluktuasi, perhatian terhadap keberlanjutan kinerja portofolio dan dinamika pasar tetap menjadi faktor penting dalam menilai kinerja perusahaan ke depan.

